Australia Kecam Keputusan Israel Hentikan Penyelidikan Kematian Relawan Zomi Frankcom

Meski laporan independen menemukan kegagalan prosedur yang serius dalam serangan drone terhadap konvoi World Central Kitchen tersebut, Israel berdalih insiden maut itu merupakan kesalahan operasional murni tanpa unsur kelalaian pidana.
WWW.JERNIH.CO – Keputusan militer Israel (IDF) untuk menghentikan dan menolak penyelidikan pidana atas kematian pekerja bantuan kemanusiaan asal Australia, Lalzawmi “Zomi” Frankcom, memicu kemarahan mendalam serta gelombang protes keras dari pemerintah Canberra. Keputusan tersebut secara langsung menciptakan ketegangan diplomatik baru antara Australia dan Israel.
Lalzawmi “Zomi” Frankcom merupakan seorang relawan kemanusiaan senior berusia 43 tahun dari organisasi nirlaba World Central Kitchen (WCK). Dikenal luas atas dedikasinya dalam membantu masyarakat yang terdampak krisis global, Zomi bertugas menyalurkan bantuan makanan kepada warga sipil di Jalur Gaza.
Tragisnya, pada April 2024, konvoi tiga kendaraan logistik WCK yang telah terkoordinasi sebelumnya menjadi sasaran serangan drone beruntun oleh militer Israel di Deir al-Balah, Gaza. Insiden mengerikan ini menewaskan Zomi bersama enam rekan sejawatnya yang berasal dari Inggris, Polandia, Palestina, dan berkewarganegaraan ganda AS-Kanada.
Meskipun memicu kecaman global, pihak penegak hukum militer Israel menyatakan tidak menemukan unsur kelalaian pidana (criminal liability) atau niat jahat dari para prajurit yang terlibat. Menurut temuan internal IDF, militer mengklaim prajuritnya secara keliru menduga kendaraan tersebut mengangkut milisi bersenjata Hamas, sehingga insiden ini dianggap sebagai kesalahan operasional murni dalam situasi perang.
Atas dasar ketiadaan unsur kesengajaan tersebut, Israel berdalih tidak ada dasar hukum untuk memidanakan personel militer terkait, menolak meluncurkan persidangan pidana formal, dan enggan mengeluarkan permintaan maaf resmi demi menghindari implikasi hukum.
Sikap Israel tersebut memicu kemarahan besar dari pejabat tinggi di Canberra. Perdana Menteri Anthony Albanese mengecam keputusan itu sebagai hal yang keterlaluan dan menegaskan bahwa Australia tidak akan berhenti menuntut keadilan yang transparan.
Sejalan dengan itu, Menteri Luar Negeri Penny Wong menilai langkah Israel sangat jauh dari standar akuntabilitas publik sebuah negara demokrasi. Wong merespons dengan memanggil Duta Besar Israel untuk Australia, Hillel Newman, guna menyampaikan protes diplomatik langsung serta mengkritik pengumuman kasus yang sengaja dikeluarkan bertepatan dengan Hari Kemanusiaan Sedunia.
Di sisi lain, pihak keluarga Zomi Frankcom mengecam proses pemeriksaan internal militer Israel yang dinilai tertutup dan penuh ketidakjelasan. Mereka mendesak pembukaan bukti secara penuh kepada publik, termasuk rekaman audio drone yang selama ini ditolak oleh pihak militer.
Keraguan publik semakin diperkuat oleh laporan independen yang dipimpin oleh mantan Panglima Angkatan Bersenjata Australia, Air Chief Marshal Mark Binskin, yang menemukan adanya kegagalan prosedur sangat serius dalam rantai komando IDF sebelum serangan maut itu dilakukan.(*)
BACA JUGA: Menteri ‘Biadab’ Israel Serukan Pembunuhan 30 hingga 40 Warga Gaza Setiap Malam






