Benarkah Bangsa Khazar yang Mengalahkan Pasukan Umayyah di Marj Ardabil Merupakan Moyang Yahudi?
JAKARTA—Dalam dua dekade terakhir dunia keilmuan terlihat begitu tertarik untuk menelisik siapa bangsa Khazar. Perdebatan tentang asal-usul bangsa yang pernah terkenal sebagai bangsa yang gemar berperang dan sempat mengalahkan kekuatan pasukan Islam di Marj Ardabil itu memang masih menjadi sengkarut hingga saat ini.
Barangkali, dunia tidak begitu tertarik untuk tahu banyak soal Khazar seandainya tak ada asumsi bahwa bangsa ini bagian dari nenek moyang orang-orang Yahudi hari ini. Sekalangan pemikir sepakat, merekalah nenek moyang bangsa Yahudi. Pendapat tersebut didukung apa yang mereka sebut ‘bukti arkeologis terbaru’ yang memungkinkan untuk secara meyakinkan tidak ada eksodus Yahudi dari Mesir sebagaimana yang kita kenal selama ini.
Ada yang mengatakan mereka memiliki darah Turki, Mongol, hingga bangsa setengah barbar, Hun. Tetapi keyakinan bahwa mereka berdarah Yahudi, merupakan pendapat yang dipercaya banyak kalangan.
Di bawah ini beberapa cuplikan data tertulis tentang ‘siapa’ bangsa Khazar.
-Christian of Stavelot, dalam ‘Expositio Matthaeum Evangelistam’ yang disusun sekitar tahun 864 menulis: “Jadi dengan demikian jelas bahwa doktrin palsu dari Jesus di Roma yang menyebutkan bahwa Musa di antara bangsa Khazars, [dan] bahwa Mani [penguasa Uyghur] Turkistan menghilangkan kekuatan dan keberanian yang sebelumnya mereka miliki…”
-‘Denkart’, sebuah karya bangsa Persia menulis: “Semua bangsa Khazar adalah Yahudi.”
-Ibn Al-Faqih, seorang pengarang abad ke-10 menulis: “Seorang Yahudi memimpin pindah agama bangsa Khazar dan mereka bergabung kedalam agama Yahudi. Hal itu terjadi pada masa Abbasiyyah. …dan kepada mereka diperintahkan melaksanakan kewajiban-kewajiban yang sulit menurut hukum Taurat, seperti khitan, mandi junub, larangan bekerja pada Hari Sabat dan selama upacara perayaan hari besar agama, larangan makan daging binatang-binatang yang diharamkan menurut agama Yahudi, dan seterusnya.”
-Abdul Jabbar ibn Muhammad Al-Hamdani penulis abad ke-11, dalam karyanya ‘The Establishment of Proofs for the Prophethood of Our Master Muhammad’ menulis: “Bangsa Khazar menulis dengan huruf Ibrani.”
-Muhammad ibn Ishaq An-Nadim dari Baghdad, dalam kitab ‘Al-Fihrist’ pada akhir abad ke-10 menulis:
Penulis Yahudi Karaite, Jacob ben Reuben menunjuk Khazar di dalam ‘Sefer ha-Osher’ sebagai “sebuah bangsa yang tidak membawa beban pengasingan, tetapi sebagai para prajurit besar yang tidak memberikan upeti kepada non-Yahudi.”
-‘The Russian Chronicle’ menggambarkan suatu kunjungan para misionaris bangsa Khazar ke Kiev (Ukraina) dalam tahun 986: “Raja dan menterinya bepergian ke sebuah pegunungan yang sunyi dekat pantai, dan tiba pada suatu malam di sebuah gua yang digunakan oleh beberapa orang Yahudi untuk merayakan Hari Sabat. Mereka menjelaskan identitas agama mereka kepada raja, seperti khitan di dalam gua, kemudian raja dan menterinya kembali ke negerinya, mereka senang untuk belajar hukum Yahudi. Mereka menjaga rahasia kepindahan agama mereka, sampai mereka mendapatkan peluang untuk penyingkapkan fakta secara berangsur-angsur kepada beberapa teman dekat mereka. Ketika jumlahnya sudah meningkat, mereka membuat urusannya secara terbuka, dan membujuk bangsa Khazar lainnya untuk memeluk agama Yahudi.”
-Sebuah literatur Yahudi dari abad 12 yang ditulis Yehuda HaLevi, ‘The Kuzari: The Book of Proof and Argument in Defense of the Despised Faith’, menulis : “Bangsa Khazar mempunyai sebuah naskah yang dihubungkan dengan naskah dari Rusia [Rus]….Bagian terbesar bangsa Khazar yang menggunakan naskah ini adalah Yahudi.”
-Fakhr-i Mudabbir, penulis Persia pada 1206 menulis ‘Ta’rikh-i Fakhr al-Din Mubarak Shah’, menulis bahwa Khazaria diperlakukan sebagai ‘negeri bangsa Yahudi’, demikian pula negeri—negeri tetangga mereka.
-Serta berbagai literatur lain. [ ]