POTPOURRI

Pasutri Ini Dicabut Kewarganegaraannya karena Mencuri Rahasia Dagang

Dalam berkas kasus dari tahun 2020 terungkap bahwa mereka berkonspirasi untuk mencuri rahasia dagang terkait perawatan medis untuk anak-anak demi keuntungan finansial.

JERNIH-Sepasang imigran Tiongkok, Yu Zhou dan Li Chen dicabut status kewarganegaraannya oleh Hakim federal James Simmons di San Diego karena terbukti bersalah mencuri rahasia dagang dan penipuan melalui transfer elektronik. Pasangan tersebut mengaku bersalah dalam kasus tersebut.

Zhou dan Chen tiba di Amerika Serikat masing-masing pada tahun 2007 dan 2008 dengan visa H-1B untuk pekerja terampil dan secara resmi menjadi warga negara AS sembilan tahun kemudian.

Hakim Simmons menyatakan bahwa Zhou dan Chen telah melakukan “kejahatan yang berkaitan dengan kemerosotan moral” pada saat mereka diharuskan untuk menunjukkan karakter moral yang patut dicontoh sebagai bagian dari proses imigrasi.

Perilaku tidak pantas kedua individu ini bermula dari masa kerja mereka sebagai peneliti di Nationwide Children’s Hospital di Columbus, Ohio.

Dalam berkas kasus dari tahun 2020 terungkap bahwa mereka berkonspirasi untuk mencuri rahasia dagang terkait perawatan medis untuk anak-anak demi keuntungan finansial.

Berdasarkan hukum federal, Departemen Kehakiman AS memiliki wewenang untuk mencabut kewarganegaraan dari imigran yang dinaturalisasi jika kewarganegaraan mereka diperoleh melalui penyembunyian atau pemalsuan fakta-fakta penting

Pencabutan kewarganegaraan pasangan ini adalah bagian dari upaya yang lebih luas oleh pemerintahan Trump untuk menegaskan bahwa kewarganegaraan AS adalah hak istimewa yang dapat dicabut atau didefinisikan ulang, bukan hak yang tidak dapat diubah.

Selama masa jabatan kedua Trump, Departemen Kehakiman AS berhasil mencabut kewarganegaraan dalam 13 kasus, dengan 16 kasus lainnya saat ini masih dalam proses.

Selain kasus pasangan Tionghoa tersebut, pekan lalu Departemen Kehakiman AS juga mencabut kewarganegaraan warga negara Ukraina dan Kuba yang dihukum atau mengaku bersalah, dan berupaya mencabut kewarganegaraan seorang imigran Lebanon karena penipuan selama proses naturalisasi. (tvl)

Back to top button