POTPOURRIVeritas

Perjalanan Ibnu Arabi ke Kesultanan Romawi Seljuk

Perlu dicatat bahwa Pope Innocent III, yang melancarkan Perang Salib Keempat, membantai orang Nasrani di Bizantium pada April 1204, yang menandai puncak perseteruan antara Kristen “Latin” dengan Kristen “Greek”

Oleh : Zaenal Mutaqqin

JERNIH– Pada 1204, Ibnu Arabi meninggalkan Mekah menuju Bilad al-Rum (Kesultanan Romawi Seljuk) atas undangan dari Majd al-Dīn Ishāq al-Rūmi, sahabat sekaligus muridnya saat di Mekkah, yang saat itu menjadi penasihat Sultan Kaykhusraw I, yang berkuasa dari 1192-1211.

Zaenal Mutaqqin

Setelah singgah di Baghdad dan Mosul, Ibnu Arabi tiba di Konya, ibukota Kesultanan Seljuk, pada 1205, dan tinggal selama enam bulan. Kemungkinan di kurun yang sama, Majd al-Dīn diangkat menjadi pengasuh putra mahkota, ʿIzz ld-Dīn Kaykāwūs, dan pindah ke Malatya, sebuah kota kecil di sebelah timur Konya.

Pada tahun 1211 Kaykāwūs naik tahta menggantikan ayahnya. Sultan Kaykāwūs kemudian berkirim surat dengan Ibnu Arabi untuk meminta nasihatnya; yang dijawab oleh Ibnu Arabi dengan sebuah nasihat yang keras, agar Sang Sultan menegakkan pakta perjanjian antara kaum Muslim dengan ahlu dzimmah (masyarakat non-Muslim yang hidup di negeri Muslim), sebagaimana diterapkan Khalifah Umar bin Khattab di masa lampau.

Ibnu Arabi sempat kembali ke Konya pada sekitar 1210/1211, tetapi tidak diketahui kapan tepatnya: apakah sebelum atau sesudah Sultan Kaykāwūs naik tahta. Hal yang pasti, Majd al-Dīn Ishāq al-Rūmi kembali diangkat menjadi penasihat Sultan Seljuk.

Lalu pada 1215 Ibnu Arabi kembali ke Konya, kemudian ke Malatya dan di sana menetap selama hampir empat tahun hingga 1220. Pada sekitar kurun inilah Majd al-Dīn wafat, di mana Ibnu Arabi kemudian mengangkat putranya, yakni Sadr al-Din al-Qūnāwi, sebagai anak angkatnya.

Sebagai orang Anatolia, Majd al-Dīn fasih berbahasa Greek. Mungkin juga putranya, Sadr al-Din al-Qūnāwi.

***

Anatolia baru saja direbut Dinasti Seljuk pada 1077. Meski sudah seabad lebih, tetapi mayoritas penduduk Kesultanan Seljuk masih didominasi kaum Nasrani.

Perlu dicatat bahwa Pope Innocent III, yang melancarkan Perang Salib Keempat, membantai orang Nasrani di Bizantium pada April 1204, yang menandai puncak perseteruan antara Kristen “Latin” dengan Kristen “Greek” (dibahas di buku Arianisme).

Peristiwa berdarah inilah yang menandai perpecahan Gereja Timur dan Gereja Barat. Tetapi selain itu juga membuat Bizantium tercerai berai membentuk beberapa kerajaan kecil: Kerajaan Konstantinopel (orang Latin), Kerajaan Nicea (orang Yunani), dan Kerajaan Trebizon (orang Komnenos). Dua dari tiga kerajaan itu, Nicea dan Trebizon, berbatasan langsung dengan Kesultanan Seljuk.

Mungkin karena situasi ini yang membuat Ibnu Arabi datang ke Konya di kesempatan pertama pada 1205.

Adapun kedatangan kedua, 1210/1211 berkaitan dengan suksesi Sultan Kaykāwūs. Dan kedatangan ketiga, pada 1215, terkait wafatnya ayah Sadr al-Din al-Qūnāwi. [  ]

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close