POTPOURRI

Saat Hari Guru 2009, di Saudi Puluhan Jiwa Tewas Diterjang Banjir

JAKARTA— Hari ini pada 2009 menjadi hari-hari muram bagi Arab Saudi. Saat itu banjir menerjang Jeddah dan Provinsi Mekkah, menewaskan puluhan warga. Pada hari ketiga bencana media melaporkan sedikitnya 83 orang meninggal dan 350 lainnya hilang.

Pada saat air surut, jumlah kematian pun dilaporkan meningkat. Bencana itu disebut-sebut sebagai yang terburuk dalam tiga dasawarsa. Untuk menenangkan public internasional, Menteri Dalam Negeri Saudi saat itu segera mengeluarkan pernyataan bahwa tak satu pun korban banjir merupakan jamaah haji.

Lain dari biasa, saat itu hujan yang mengguyur Jeddah mencapai lebih dari 90 milimeter, selam tak kurang dari empat jam. Jumlah itu hampir dua kali rata-rata curah hujan tahunan di Saudi. Banjir datang dua hari sebelum perayaan Idul Adha, dan tentu saja ritual haji di Mekkah. Kerugian bisnis diperkirakan mencapai satu miliar riyal (270 juta dolar AS). Dilaporkan sedikitnya 3000 kendaraan hanyut atau rusak. Selama banjir dan setelahnya, Universitas King Abdul Aziz pun diliburkanuntuk mencegah meningkatnya jumlah korban. Biaya pembangunan drainase pascabanjir menelan tidak kurang dari  3 miliar riyal (800 juta dolar AS).

Meski demikian, prosesi haji berjalan dengan baik. Meski pada 25 November Mekkah juga diguyur hujan lebat, keesokan harinya—saat wukuf di Arafah, cuaca membaik. Jamaah bahkan mengelugkan cuaca ‘panas terik’ yang terjadi hari itu.

Berkenaan dengan rumors bahwa hujan juga memperburuk wabah flu burung (virus H1N1), Hassan Al-Bushra, seorang epidemiolog di kantor World Health Organization Kairo, mengatakan “tidak ada bukti” perkiran tersebut. [ ]

Back to top button