[JERNIH PIALA DUNIA 2026] AS Bungkam Paraguay 4-1, Folarin Balogun Cetak Sejarah Baru

The Stars & Stripes memulai kampanye Piala Dunia 2026 dengan awal yang sempurna! Lewat performa klinis di babak pertama dan sepasang gol bersejarah dari Folarin Balogun.
WWW.JERNIH.CO – Piala Dunia 2026 resmi dimulai dengan tensi tinggi di Los Angeles Stadium. Sebagai salah satu tuan rumah, tim nasional pria Amerika Serikat (AS) memikul ekspektasi raksasa dari publik sendiri.
Menghadapi Paraguay dalam laga pembuka Grup D, anak asuh Mauricio Pochettino sukses menjawab keraguan lewat kemenangan meyakinkan 4-1. Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan pembuktian taktik baru yang lebih cair dan menghibur di hadapan puluhan ribu suporter yang memadati stadion.
Atmosfer di Los Angeles Stadium sudah terasa luar biasa bahkan 90 menit sebelum sepak mula saat upacara pembukaan dilangsungkan. Begitu wasit meniup peluit tanda laga dimulai, gemuruh pendukung The Stars & Stripes langsung membakar semangat para pemain.

AS bermain dengan verve, kreativitas, dan kombinasi umpan satu-dua yang jarang terlihat di era sebelumnya. Sebaliknya, Paraguay yang baru kembali ke Piala Dunia setelah absen sejak 2010 tampil militan, mengandalkan fisik dan agresivitas tinggi khas sepak bola Amerika Selatan demi meredam determinasi tuan rumah.
AS langsung menghentak sejak menit awal dan berhasil membuka keunggulan dengan cepat pada menit ke-6 melalui gol bunuh diri gelandang Paraguay, Damián Bobadilla, yang salah mengantisipasi tekanan.
Unggul satu gol membuat AS makin nyaman menyerang. Pada menit ke-30, Christian Pulisic menunjukkan visinya dengan mengirimkan assist matang kepada Folarin Balogun yang dikonversi menjadi gol kedua.
Tepat sebelum turun minum, pada masa injury time babak pertama (45+4′), Balogun kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan matang di dalam kotak penalti. Skor 3-0 menutup paruh pertama.
Memasuki babak kedua, Pochettino memilih mengistirahatkan Pulisic demi menjaga kebugaran. Paraguay memanfaatkan situasi ini untuk keluar menyerang. Hasilnya pada menit ke-73, memanfaatkan situasi bola mati yang diawali oleh kreasi Julio Enciso, pemain pengganti Maurício berhasil melepaskan tembakan kaki kiri dari tengah kotak penalti ke sudut kanan bawah gawang Matt Freese, memperkecil kedudukan menjadi 3-1.
Masuknya nama Reyna di papan skor melengkapi pesta gol AS setelah memanfaatkan umpan di menit-menit akhir pertandingan menjelang peluit panjang dibunyikan.
Analisa Jernih.co
Transisi ofensif dan serangan balik AS malam itu sangat mematikan. Kreativitas Malik Tillman di lini tengah berpadu apik dengan kecepatan Sergiño Dest di sisi sayap. Keberadaan striker murni sekelas Balogun membuat setiap peluang matang berhasil dikonversi menjadi gol secara efisien.
Sayang, anak-anak Amrik ini kehilangan fokus di babak kedua setelah melakukan sejumlah pergantian pemain. Koordinasi lini belakang sempat kendur menjelang akhir laga sehingga memberikan ruang bagi Paraguay untuk mencetak gol hiburan.

Sementara Paraguay pantang menyerah dan sangat agresif dalam melakukan tekanan fisik. Mereka sempat melepaskan beberapa tembakan berbahaya di babak kedua dan mampu memanfaatkan bola mati dengan sangat baik.
Namun lini pertahanan kerap kedodoran menghadapi tusukan cepat dari sayap AS di babak pertama. Kurangnya kreativitas di sepertiga akhir lapangan membuat striker mereka, Antonio Sanabria, terisolasi sebelum akhirnya digantikan.
BACA JUGA: [JERNIH PIALA DUNIA 2026] Timnas Iran Gelar Latihan Terbuka Perdana di Perbatasan Tijuana
Top Player
Folarin Balogun layak dinobatkan sebagai bintang lapangan pada pertandingan ini. Penyerang asal klub Monaco tersebut tampil klinis dengan mencetak dua gol penting di babak pertama yang langsung meruntuhkan mental bertanding Paraguay.

Torehan brace (dua gol dalam satu pertandingan) ini juga mengukir sejarah baru, menjadikan Balogun pemain AS pertama dalam 96 tahun terakhir yang mampu mencetak beberapa gol dalam satu laga Piala Dunia sejak Bert Patenaude melakukannya—kebetulan juga melawan Paraguay—pada Piala Dunia 1930.
Mauricio Pochettino, pelatih Amerika Serikat puas. “Pertandingan pembuka selalu menghadirkan tekanan tersendiri, terlebih di rumah sendiri.”
Ini karena anak-anak asuhannya menunjukkan kreativitas dan keberanian terutama di babak pertama.
Sementara pelatih Paraguay, Gustavo Alfaro mencoba untuk mengubur kekecewaan, “Setelah 16 tahun, berada di panggung ini adalah pencapaian besar, namun kami tidak boleh puas hanya dengan hadir.”
Ia mengaku timnya membuat kesalahan fatal di awal babak pertama yang harus dibayar mahal melawan tim sekelas AS. “Reaksi di babak kedua menunjukkan karakter asli kami, dan itu yang akan kami bawa ke pertandingan berikutnya,” terusnya. Sayang di pertandingan awal itu Paraguay terlambat.(*)
BACA JUGA: [JERNIH PIALA DUNIA 2026] Pencetak Gol Pertama Piala Dunia 2026, Siapa Julián Quiñones






