Sajak di Persimpangan Jalan

Kepada Mereka yang Bersembunyi di Balik Meja.
Ini bukan dongeng pengantar tidur, Tuan!
Kami datang dengan darah yang mendidih,
Membawa lapar yang membakar lambung rakyat,
Menyeret kebenaran ke tengah aspal panas!
Lihat ke jalan! Kami paku-paku tajam yang menolak tunduk!
I
Stop Pemborosan APBN!
Kau hamburkan uang rakyat bagai membuang ludah,
Untuk proyek-proyek mati, molek tapi tak berdarah!
Di mana nurani? Di mana akal sehat?
Rakyat mengais tempat sampah, kalian memoles istana megah!
Rasionalkan anggaran itu, atau kami yang merasionalkan kekuasaanmu!
II
Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM!
Dapur-dapur rakyat menjelma kuburan, dingin dan sepi.
Harga beras melambung, bensin mencekik leher hari demi hari.
Kalian sibuk berhitung di atas kertas ber-AC,
Sementara inflasi merobek lambung anak-anak negeri!
Intervensi sekarang, atau biar amarah kami yang membakar pasar!
III
Hentikan Ilusi Makan Gratis dan Koperasi Merah Putih!
Program andalan? Cuih! Itu bualan di siang bolong!
Fiskal sekarat, dapur uji coba mati suri kehabisan uang.
Koperasi kau namai suci, tapi operasinya mandek dan kosong!
Jangan jejali kami dengan utopia kosmetik,
Di saat realita sedang sekarat dan terpekik!
IV
Hentikan Militerisme di Ranah Sipil!
Reformasi bukan barang rongsokan yang bisa kau tawar!
Kenapa sepatu lars merambah ruang birokrasi yang bugar?
Sipil punya daulat, jangan kau pasung dengan bayang-bayang barak!
Kembalikan tentara ke benteng pertahanan,
Jangan biarkan moncong senjata mengatur urusan makan!
V
Wahai Kekuasaan! Berhentilah Mengelak!
Sikap ksatria itu diuji di hadapan badai, bukan di balik tameng menteri!
Akui kesalahanmu! Akui kebijakanmu yang pincang dan mati!
Jangan lagi bersilat lidah mencari kambing hitam,
Rakyat sudah bosan melihat topeng yang bungkam.
Turun dan hadapi kami, atau sejarah akan mencatatmu sebagai penakut yang legam!
Kami adalah kepalan tangan yang tak akan pulang,
Sebelum keadilan kau serahkan, atau kami ambil dengan lantang!
Mampus kau dikunyah amarah kami!
Andra Nuryadi
(Terinspirasi dari 5 tuntutan mahasiswa pada demonstrasi 12 Juni 2026)





