
Yesus menyimpulkan dengan mengatakan, “Jadi jangan takut; kamu jauh lebih berharga daripada banyak burung pipit.” Dengan kata lain, penangkal sempurna untuk rasa takut adalah percaya pada Tuhan. Tuhan adalah tempat berlindung dan kekuatan kita, selalu siap membantu di saat-saat sulit.
Penulis: P. Kimy Ndelo CSsR;
JERNIH-Kita mungkin masih ingat penembakan sadis di sekolah West Nickel Amish School di Pennsylvania Amerika Serikat tanggal 2 Oktober 2006. Penembakan itu dilakukan oleh seorang pria dan mengakibatkan lima siswi terbunuh. Di balik kisah sadis ini ternyata ada kisah keberanian yang luar biasa dari seorang korban.

Ketika pria itu menerobos masuk ke sekolahnya, gadis berusia 13 tahun bernama Marian Fisher menghadangnya dan berkata: “Tembak aku lebih dulu”. Dia sengaja menantang pria untuk memberi kesempatan teman-temannya berlari keluar.
Pria itu menembaknya, membunuhnya bersama lima teman sekolahnya, yang berusia tujuh hingga tiga belas tahun. Kemudian dia bunuh diri. Penembak itu, Charles Carl Roberts, seorang pengantar susu berusia 32 tahun, memasuki sekolah satu ruangan yang sederhana dengan niat membunuh sebanyak mungkin siswa.
Ada sepuluh orang semuanya perempuan, lima di antaranya selamat. Mereka mungkin berutang nyawa kepada Marian yang maju dan meminta pembunuhnya untuk “Tembak aku lebih dulu.” Terlebih lagi, adik perempuan Fisher, Barbie, yang selamat dari penembakan itu, diduga meminta penembak itu untuk, “Tembak aku yang kedua.” — Ini adalah kisah tentang keberanian yang luar biasa. Tak ada rasa takut bahkan pada kematian di depan mata.
*
Pada akhir instruksi Yesus kepada murid-murid-Nya sebagaimana ditulis dalam Injil Mateus (Mat 10,26-33) Yesus membekali mereka dengan sebuah pesan penguatan:JANGAN TAKUT.
Dia memberikan tiga alasan mengapa baik para rasulnya maupun kita, tidak perlu takut. Alasan pertama adalah bahwa lawan mereka tidak akan dapat mencegah pengikut Yesus untuk berhasil dalam misi mereka karena Tuhan akan menyingkapkan rencana dan perbuatan jahat lawan: “tidak ada yang tertutup yang tidak akan dibuka.” Tuhan “akan menyingkap hal-hal yang tersembunyi dari kegelapan” (1 Kor 4:5) dan akan membela yang setia. Janji Allah tidak akan membiarkan kejahatan menang.
Alasan kedua untuk tidak takut adalah keterbatasan kekuatan lawan kita. Mereka dapat membunuh tubuh, yang mati begitu cepat, tetapi tidak memiliki kuasa atas jiwa. Hanya Allah yang berkuasa atas kekekalan.
Injil mengidentifikasi dua ketakutan yang dimiliki para rasul: ketakutan akan tuduhan dan keyakinan palsu, dan ketakutan akan cedera tubuh dan kematian. Menurut tradisi, hampir semua rasul meninggal sebagai martir dengan cara yang kejam.
Beberapa dari mereka disalibkan di kayu salib, seperti Petrus dan Andreas; ada yang dipenggal, seperti Yakobus dan Paulus; dikuliti hidup-hidup, seperti Bartolomeus; atau dilemparkan ke dalam kuali berisi minyak mendidih, seperti Yohanes (yang selamat tanpa melepuh, menderita pengasingan, kemudian dibebaskan, dan meninggal karena usia tua, sebagai yang terakhir dari para rasul asli).
Alasan ketiga mengapa kita tidak perlu takut adalah cinta Allah yang berbelas kasih. Kita lebih penting bagi Tuhan daripada burung pipit. Matius berbicara tentang dua burung pipit yang dijual seharga satu sen. Tuhan yang peduli pada burung yang sepele seperti burung pipit juga peduli pada masalah terkecil kita – bahkan rambut di kepala kita pun dihitung.
Meskipun ini merupakan jaminan yang membesarkan hati, mungkin sulit untuk percaya di tengah penganiayaan. Tetapi Tuhan tahu semua yang kita lalui – tidak ada yang terjadi pada kita yang luput dari-Nya. Saat kita merasa kesepian dan ditinggalkan, saat sepertinya doa kita tidak terkabul, Tuhan sesungguhnya tahu dan peduli.
Yesus menyimpulkan dengan mengatakan, “Jadi jangan takut; kamu jauh lebih berharga daripada banyak burung pipit.” Dengan kata lain, penangkal sempurna untuk rasa takut adalah percaya pada Tuhan. Tuhan adalah tempat berlindung dan kekuatan kita, selalu siap membantu di saat-saat sulit.
Mereka yang menyangkal Tuhan Yesus, merekalah orang-orang yang takut. Mereka yang berani tidak akan pernah menyangkal Tuhan Yesus dengan alasan apa pun. Karena semua yang terjadi pada kita ada dalam jangkauan tangan Tuhan.
(SETETES EMBUN, by P. Kimy Ndelo CSsR; ditulis ulang di Bandara Kualalumpur Malaysia, transit dari India ke Manila).






