Teheran Wanti-wanti AS dan Israel untuk tidak Menyerang Iran Jelang Prosesi Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei

JERNIH — Eskalasi ketegangan di Timur Tengah berada di titik puncaknya. Jajaran petinggi militer Iran melayangkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel agar tidak melakukan serangan apa pun ke wilayah mereka, di tengah persiapan negara tersebut menggelar pemakaman kenegaraan bagi Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang tewas akibat serangan udara di hari pertama perang.
“Kami memperingatkan musuh-musuh Iran, terutama AS dan rezim Zionis (Israel), untuk menghindari salah kalkulasi dan memikirkan baik-baik pembalasan kejam yang akan dilakukan angkatan bersenjata kami terhadap setiap ancaman dan agresi terhadap negara kami,” tegas Ali Abdollahi, Komandan Markas Pusat Khatam Al-Anbiya, dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah pada Kamis (2/7/2026).
Peringatan serupa juga sempat ditiupkan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Rabu lalu. Teheran berjanji akan memberikan respons instan dan masif jika ada ancaman yang mengusik rakyat maupun jajaran kepemimpinan mereka. Pernyataan panas ini keluar setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, melontarkan komentar kontroversial bahwa Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, kini masuk dalam daftar “target mati” (marked for death).
Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, media lokal Iran melaporkan adanya pengetatan pengamanan yang luar biasa di sepanjang periode pemakaman. Kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran bahkan mengumumkan penutupan dan pembatasan wilayah udara sementara di atas beberapa kota besar, termasuk Teheran dan Mashhad.
Dihadiri Delegasi 100 Negara
Meskipun situasi keamanan di Iran sedang berada dalam status siaga satu, gelombang kedatangan delegasi internasional tingkat tinggi dipastikan akan tetap membanjiri Ibu Kota Teheran. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengonfirmasi bahwa tamu-tamu dari sekitar 100 negara akan hadir memberikan penghormatan terakhir. Perwakilan tersebut mencakup para tokoh politik, kepala pemerintahan, ketua parlemen, menteri luar negeri, hingga utusan khusus.
Beberapa delegasi papan atas dunia yang telah mengonfirmasi kehadiran mereka antara lain Presiden Vladimir Putin mengutus sekutu dekatnya, Dmitry Medvedev, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, untuk bertindak sebagai perwakilan khusus dalam upacara pemakaman ini.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif dipastikan hadir langsung di Teheran dalam rangkaian kunjungan multi-negara dari tanggal 3 hingga 5 Juli sebelum bertolak ke Turki. Sementara pemerintah Beijing mengutus legislator senior He Wei, yang merupakan Wakil Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional (NPCSC), untuk memberikan penghormatan atas nama pemerintah Tiongkok.
India mengirimkan delegasi yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Pabitra Margherita bersama Gubernur Negara Bagian Bihar, Syed Ata Hasnain. India menyebut kehadiran ini sebagai simbol kuat dari kedekatan hubungan peradaban kedua negara.
Ketua Komite Penyelenggara Pemakaman, Iman Attarzadeh, mengumumkan bahwa seluruh rangkaian upacara akbar ini akan berjalan di bawah slogan “We Must Rise” (Kita Harus Bangkit) dengan lambang kepalan tangan yang terangkat. Esmail Baghaei menyebut prosesi pelepasan sang pemimpin sebagai momen bersejarah bagi rakyat Iran, umat Muslim, dan seluruh masyarakat merdeka di dunia.
Rangkaian acara belasungkawa bagi mendiang Ali Khamenei akan resmi dimulai pada Jumat (3/7/2026) sejak pagi hari untuk pelayat lokal, disusul kehadiran para pejabat senior internasional pada siang harinya. Setelah itu, prosesi resmi multi-hari akan bergulir dengan jadwal sebagai berikut:
- Sabtu–Minggu, 4–5 Juli: Prosesi pelepasan awal akan berlangsung selama dua hari penuh di Masjid Agung Imam Khomeini di Teheran.
- Selasa, 7 Juli: Jenazah akan dibawa ke kota suci Qom untuk pelaksanaan prosesi pemakaman daerah serta doa bersama.
- Rabu, 8 Juli: Prosesi lintas batas yang unik, di mana jenazah mendiang akan diterbangkan ke Irak untuk diarak melewati kota suci Najaf al-Ashraf dan Karbala.
- Kamis, 9 Juli: Prosesi pemakaman akhir. Ali Khamenei akan dimakamkan di kota suci Mashhad, tepatnya di dalam kompleks suci Imam Ali ibn Musa al-Rida, salah satu situs yang paling dihormati dalam Islam Syiah.






