Sanus

RSCM Catat Rekor Perdana di Asia, Implan Pompa Jantung Terkecil di Dunia

JERNIH – Dunia kedokteran kardiovaskular Indonesia mengukir sejarah baru di tingkat regional. Tim medis multidisiplin Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) berhasil menanamkan Left Ventricular Assist Device (LVAD) CoreHeart 6—perangkat bantu jantung buatan berukuran paling kecil di dunia—pada seorang pasien gagal jantung stadium akhir.

Tindakan invasif di Jakarta ini menjadi implantasi pertama di Asia untuk teknologi CoreHeart 6, sekaligus membuka titik terang bagi jutaan penderita gagal jantung kronis yang selama ini terkendala terbatasnya donor transplantasi organ.

Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, menegaskan bahwa ketersediaan donor jantung dan spesialis transplantasi merupakan tantangan masif di seluruh dunia. Kehadiran teknologi mikro-LVAD ini menggeser paradigma penanganan gagal jantung stadium lanjut dari yang semula bergantung pada transplantasi organ menjadi intervensi mekanis berpresisi tinggi.

Sementara Kepala Departemen Kardiovaskular RSCM, dr. Birry Karim, mengungkapkan bahwa pasien pertama penerima implan ini menunjukkan respon klinis yang sangat progresif. Hanya dalam tempo 24 jam pasca-operasi, pasien berhasil dilepas dari alat bantu napas (ventilator).

Pasien langsung memulai tahapan latihan pergerakan fisik dengan perbaikan indikator klinis yang signifikan. Mengacu pada data klinis di Tiongkok terhadap 1,500 pasien, teknologi ini bahkan memungkinkan alat untuk dilepas kembali setelah 2–3 tahun karena fungsi otot jantung alami pasien mengalami pemulihan (heart recovery).

“Begitu pasien melewati fase kritis 24 jam dan dilepas dari ventilator, ini menjadi milestone vital bagi layanan kardiovaskular nasional. Penanganan ini adalah buah kerja sama multidisiplin dari dokter jantung, bedah toraks, anestesi, hingga tim intensif,” papar dr. Birry Karim.

Keberhasilan proyek ini merupakan hasil kolaborasi strategis RSCM dengan konsorsium kesehatan global HeartSpan.ai dan Borderless Healthcare Group. Pendiri HeartSpan.ai, Dr. Wei Siang Yu, membeberkan bahwa kerja sama ini mencakup transfer pengetahuan, teknologi pengisian daya tanpa kabel (wireless charging LVAD) yang siap meluncur tahun depan, hingga pengembangan kecerdasan buatan (AI) untuk pemantauan pasien.

Direktur Utama RSCM, Supriyanto Dharmoredjo, dan pihak Kemenkes menargetkan Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pasar teknologi kesehatan, melainkan hub rujukan dan pusat pelatihan kardiovaskular utama di kawasan Asia.

“Kami tidak ingin rumah sakit nasional hanya menjadi penonton. Jika teknologi ini terbukti sukses di RSCM, kelak pasien dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia yang akan datang berobat ke Indonesia,” tegas Dirjen Kemenkes, Azhar Jaya.

Back to top button