
JERNIH – Upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 pada hari Jumat (6/2/2026) dibayangi kontroversi politik dan penentangan publik yang vokal, karena delegasi AS dan Israel disambut cemoohan dari penonton di Stadion San Siro.
Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio memimpin delegasi AS. Saat Vance muncul, melambaikan bendera AS di layar besar stadion, sorakan ejekan terdengar memenuhi tempat tersebut. “Itu Wakil Presiden JD Vance dan istrinya, Usha. Ups, banyak sekali sorakan ejekan untuknya,” terdengar suara penyiar siaran langsung.
Kecaman ini muncul di tengah kemarahan publik atas kehadiran agen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) di Milan untuk tugas pengamanan Olimpiade. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengkonfirmasi pengerahan personel Investigasi Keamanan Dalam Negeri , yang memicu protes luas di seluruh Italia. Para demonstran mengecam kehadiran agen-agen tersebut sebagai ancaman terhadap kebebasan sipil.
Wali Kota Milan, Giuseppe Sala, menyuarakan penentangan keras dalam sebuah wawancara radio, dengan mengatakan: “Mereka tidak diterima di Milan,” dan menyebut ICE sebagai “milisi yang membunuh.” Ribuan orang berunjuk rasa di Piazza 25 Aprile akhir pekan lalu, mengecam keputusan tersebut dan menyatakan solidaritas dengan komunitas yang terkena dampak operasi ICE.
Delegasi Israel, yang terdiri dari sembilan atlet Olimpiade dan satu atlet Paralimpiade, juga disambut dengan cemoohan saat memasuki stadion. Meskipun suara keramaian sebagian besar teredam oleh musik upacara, gestur tersebut mencerminkan kemarahan lebih luas atas agresi yang terus berlanjut di Gaza. Protes serentak diadakan di Cortina d’Ampezzo dan Predazzo, dengan para demonstran mengibarkan bendera Palestina dan menarik perhatian pada korban sipil di Gaza.
Menurut pejabat Palestina, lebih dari 800 atlet Palestina telah tewas sejak dimulainya serangan Israel di Gaza pada 7 Oktober 2023. Komunitas olahraga di Gaza telah menderita kerugian besar akibat pemboman yang terus berlanjut, kelaparan, dan runtuhnya infrastruktur penting.
Menanggapi meningkatnya ketegangan, Presiden Komite Olimpiade Internasional Kirsty Coventry menyampaikan kekhawatiran menjelang upacara tersebut. “Saya berharap upacara pembukaan ini dilihat oleh semua orang sebagai kesempatan untuk saling menghormati,” katanya.






