Crispy

Al-Quran Dibakar, Muhammadiyah Berang

JAKARTA – Beredar video di media sosial yang memperlihatkan seorang pria Norwegia membakar kitab suci Al-Quran pada sebuah demonstrasi anti-Islam pekan lalu. Karenanya Pemerintah Pakistan memanggil Duta Besar Norwegia dan menyampaikan kekecewaannya atas peristiwa tersebut.

Aksi pembakaran pedoman umat muslim itu, juga diprotes Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas. Ia mengatakan, apabila perbuatan tersebut tidak segera diatasi maka bakal memantik amarah umat Islam di belahan dunia, termasuk di Indonesia.

Oleh sebab itu, ia meminta Duta Besar Norwegia di Indonesia memberikan penjelaskan terkait kejadian tersebut dan meminta maaf kepada umat Islam di tanah air.

“Agar peristiwa di Norwegia itu tidak merebak Duta Besar Norwegia harus memberikan penjelasan dan minta maaf atas perilaku rakyatnya,” ujarnya di Jakarta, Minggu (24/11/2019).

Anwar juga berharap, Pemerintah Norwegia menindak tegas pelaku. Sebab sikap tersebut jelas akan sangat menyakiti umat Islam. “Segala hal yang memantik rasa aman, nyaman, dan damai harus dilakukan pencegehan sedini mungkin,” katanya.

“Karena itu jelas mendorong terjadinya eskalasi dan menganggu hubungan baik antar umat beragama yang sudah terjaga baik di negara kita,” Anwar melanjutkan.

Sebelumnya, diunggah The National pada Minggu (24/11/2019), Kementerian Luar Negeri Pakistan, menyampaikan keprihatinannya atas pembakaran Al-Quran.

“Tindakan seperti itu menyakiti 1,3 miliar Muslim di seluruh dunia,” ujarnya.

Karena itu, Pemerintah Pakistan mendesak pelaku yang melakukan pembakaran Alquran dalam demonstrasi anti-Islam di kota Kristiansand, Norwegia segera ditindak.

Dalam video terlihat seorang pemuda Muslim melompati pagar dan menendang orang yang melakukan pembakaran Alquran. Insiden itu pun mengundang kecaman, Pakistan memuji pria yang bertindak sebagai pahlawan karena berhasil mengagalkan pembakaran kita suci umat muslim tersebut. [Fan]

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close