Crispy

Kasus Covid-19 Meningkat, Petugas Medis Gelar Aksi Mogok Makan

  • Aksi mogok makan berlangsung sejak Selasa, untuk menuntut pemerintah Peru menggelontorkan investasi.
  • Belum ada tanggapan dari pihak pemerintah, karena Peru sibuk menekan penyebaran virus korona.

JERNIH –– Sekelompok petugas medis Peru menggelar aksi mogok makan dan menolak menangani pasien, menuntut pemerintah lebih banyak menggelontorkan investasi di sektor kesehatan.

Persatuan Medis Nasional dan Jaminan Sosial Peru (SINAMMSOP) mengatakan aksi mogok makan dilakukan di tengah meningkatnya kasus Covid-19, yang menyebabkan sejumlah rumah sakit kewalahan.

Mogok makan dimulai Selasa pekan ini di luar gedung Kementerian Tenaga Kerja. Jumlah petugas medis yang terlibat pada hari pertama sekitar 12 orang, dan bertambah pada hari berikut.

Fiorella Molinelli, presiden Jaminan Sosial Kesehatan Peru, belum mengomentari aksi SINAMMSOP sampai Kamis 21 Januari 2021. Ia masih memimpin upaya memerangi penyebaran virus.

Di sejumlah negara bagian, aksi protes petugas kesehatan juga berlangsung. Ada yang menuntut pemenuhan peralatan medis, gaji, dan peningkatan aggaran kesehatan.

“Gedung ICU runtuh, dan tidak ada tanggapan dari pemerintah,” kata Ketty Solier, seorang perawat yang diktu aksi mogok.

“Kami sangat membutuhkan peralatan medis. Jika rumah sakit tak punya peralatan, warga tekena Covid-19 menolak dirawat,” lanjut Solier.

Back to top button