Crispy

Postingan Van Putih di FB Bikin Sekujur AS Ketakutan

Baltimore — Facebook bikin gaduh sekujur AS, menyusul postingan seorang pria mengendai van putih yang menculik wanita untuk dijual sebagai budak seks atau diambil organ tubuhnya.

Postingan itu viral sedemikian rupa dan memicu kekhawatiran perempuan di sekujur AS. Padahal, tidak ada bukti terjadi penculikan wanita dalam skana nasional dan terkoordinasi.

Postingan viral itu menciptakan efek domino. Beberapa walikota di AS, terutama kota-kota besar, mengeluarkan peringatan agar perempuan tidak mendekati van berwarna putih.

“Jangan parkir di dekat van putih,” Bernard Young, walikota Baltimore, mengatakan dalam wawancara televisi, Senin lalu. “Pastikan setiap perempuan menyimpan ponsel kalau ada yang mencoba menculik Anda.”

Kepanikan yang disebabkan online menunjukan bagaimana postingan Facebook dapat memicu paranoia dan membuat orang percaya, serta selalu curiga dengan van putih.

Walikota Young mengatakan polisi belum memberi tahu soal ancaman van putih terhadap warganya. Ia hanya mendapat kabar itu dari postingan di Facebook.

Matthew Jackson, juru bicara Departemen Kepolisian Baltimore, mengatakan pihaknya tahu postingan itu tapi belum ada laporan terjadinya penculikan.

Postingan ‘If u see any fans like this call 911 this is utilized for sex trafficking, dibagikan ratusan ribu kali di Facebook dalam beberapa pekan terakhir dan dilihat jutaan orang.

Setidaknya seorang pengendara van putih, yang tidak tahu apa-apa, dilecehkan publik gara-gara rumors ini.

Kristerfer Burnett, anggota dewan kota Baltimore, mengatakan khawatir kepanikan terhadap van putih akan mengalihkan perhatian publik dari masalah perdagangan manusia yang lebih luas.

“Kita perlu memastikan bahwa informasi yang akuat ada di luar sana, karena Baltimore adalah sarang perdagangan manusia,” ujar Burnett.

Menurutnya, rumor yang menyebar lewat Facebook dan menciptakan percakapan nasional tidak lebih dari pemberitahuan soal kemampuan media sosial itu. Selain itu, semua ini membuktikan ketidak-mampuan Facebook mengontrol penyebaran informasi tidak akurat di platform mereka.

Di Georgia, polisi menyelidiki laporan van putih mencurigakan. Imbauan lain, lebih baik hubungi 911 daripada posting di media sosial.

Pada 13 November 2019, Saundra Murray — seorang warga Baltimore — memposting foto-foto van putih di luar pompa bensin ke Instagram-nya. Murray mengatakan dua pria dalam van tidak akan berhenti menatap mereka yang ada di toko.

Murray tidak melaporkan kejadian itu ke polisi. “Saya tidak punya banyak informasi untuk dilaporkan, tapi saya ingin membuat posting untuk membuat orang tahu apa yang terjadi,” katanya.

Ia juga mengatakan telah melihat laporan di media sosial tentang van putih mencurigakan, tetapi dia pikir orang-orang melebihkannya. Namun setelah melihat pria di van putih di luar pompa bensin, Murray percaya pria dan van putih adalah bagian cerita lebih besar.

Posting Murray menghasilkan 3.200 like. Beberapa hari kemudian, perempuan lain di Baltimore memposting tangkapan layar Instagram Murray ke Facebook. Postingan itu dibagikan dua ribu kali.

Postingan itu tidak hanya menyebar di Baltimore, tapi juga South Carolina dan negara bagian AS lainnya.

Reaksi Facebook

Untuk mengatasi masalah kesalahan informasi, Facebook merekrut pemeriksa fakta pihak ketiga. Pada 21 November, Lead Stories — salah satu mitra Facebook — melakukan pengecekan fakta. Kesimpulannya, orang tidak perlu merasa terlalu khawatir hanya karena melihat van dengan kunci eksternal.

Lead Stories memperlihatkan bahwa kunci eksternal pada van biasanya digunakan pekerja konstruksi yang menyimpan alat-alat mahal dalam kendaraan. Pemeriksaan fakta juga diterapkan pada beberapa posting Facebook tentang van putih.

Artinya, pengguna Facebook yang mencoba melihat postingan tersebut akan diberi tahu bahwa informaisnya salah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close