Crispy

Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul Dihentikan Setelah Dua Siswa Covid,

Mereka diduga tertular dari guru yang sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19.

JERNIH-Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terpaksa menghentikan kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka setelah dua siswanya terkonfirmasi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Dewi Irawaty membenarkan adanya dua siswa kasus di lingkungan sekolah tersebut, yang diduga ditularkan oleh guru yang sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19.

“Jadi guru siswa ini tinggalnya di luar Gunungkidul, kemudian menularkan pada dua murid ini. Setelah di-tracing, tidak ada tambahan positif. Tapi sekarang tracing masih berlanjut di wilayah rumahnya juga. Jadi tidak hanya di sekolah saja,” kata Dewi pada Kamis (26/11/2020), menjelaskan upayanya melakukan tracing.

Kini pihak Dinkes telah melakukan pelacakan kontak atau tracing, baik siswa maupun para guru, lebih dari 28 orang.

KBM tatap muka, mengacu para Peraturan Bupati (Perbup) Gunungkidul No. 68 Tahun 2020. Sejumlah sekolah di Gunungkidul telah melakukan KBM tatap muka, meski tidak banyak.

“Di sekolah ini mungkin ada protokol kesehatan yang terlewati sehingga terjadi penularan itu,”

Untuk mencegah semakin banyak yang tertular, Dinkes telah meminta agar KBM tatap muka di sekolah-sekolahdi Gunungkidul untuk sementara dihentikan.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rasyid juga menyebut, telah menghentikan KBM tatap muka.

“Sekarang di sekolah itu tidak ada lagi pertemuan tatap muka meski hanya sebentar. Guru-gurunya juga sudah Work from Home (WfH),” kata Bahron.

Menurut Bahron, KBM tatap muka di sejumlah sekolah di Gunungkidul telah mematuhi protokol kesehatan dimanapara siswa hanya melakukan tatap muka 1-2 kali dalam sepekan, dengan durasi sekitar 2 jam per sesi untuk sekadar mengumpulkan tugas.

“Itu pun kapasitasnya hanya separuh. Misalnya 20 anak, sesi pertama 10 anak dari jam 7-9 pagi. Kemudian sesi selanjutnya 10 orang, mulai jam 10 pagi-12 siang,”.

Bahron menuturkan tidak hanya lingkungan sekolah yang terpapar Covid-19 yang kegiatan belajar tatap mukanya dihentikan sementara melainkan seluruh sekolah di wilayah Gunungkidul.

Sementara bagi sekolah yang tidak terpapar corona, para guru harus tetap masuk kerja. (tvl)

Back to top button