POTPOURRI

Hari Ini di Bhopal 1984: Setengah Juta Orang Dihajar Bencana Kimia

JAKARTA–  Jangan pernah menyepelekan kejadian-kejadian ‘kecil’ manakala di dalamnya ada korban jatuh. Bukan tak mungkin sebuah tragedi besar tengah siap mengerkah korban yang jauh lebih banyak.

Itu yang terjadi di pabrikan pestisida Union Carbide India Limited (UCIL) di Bhopal, Madhya Pradesh, India, 3 Desember 1984. Kejadian besar yang merenggut korban lebih dari 500 ribu orang karena bocornya tangka pabrik.

Bukan kejadian pertama sebenarnya, dan terlalu banyak kejadian ‘kecil’ yang mengawalinya. Pada tahun 1976, dua anggota serikat pekerja lokal mengeluhkan polusi di dalam pabrik. Pada 1981, seorang pekerja secara tidak sengaja terciprat fosgen saat ia melakukan pekerjaan pemeliharaan pipa-pipa. Dalam kepanikan, ia melepaskan masker gas dan menghirup sejumlah besar gas fosgen beracun, yang menyebabkan kematiannya hanya dalam 72 jam kemudian.

Setelah berbagai peristiwa tersebut, jurnalis Rajkumar Keswani mulai menyelidiki dan menerbitkan temuannya di surat kabar local, ‘Bhopal Rapat’. Dalam tulisannya ia berteriak,” Bangun orang-orang Bhopal, kalian berada di tubir kawah gunung api!”

Hingga kini—bahkan setelah meledaknya reactor Chernobyl di Rusia, tragedi gas di Bhopal masih dianggap sebagai bencana industri terburuk di dunia. Lebih dari 500.000 orang terpapar gas metil isosianat (MIC), zat yang sangat beracun. Pernyataan tertulis pemerintah India pada 2006—22 tahun setelah bencana, menyatakan kebocoran tersebut menyebabkan 558.125 cedera, termasuk 38.478 cedera sementara sementara dan sekitar 3.900 cedera parah dan cacat permanen. Ada 8.000-an orang  yang meninggal dalam dua minggu, dan 8.000-an lagi lainnya sejak itu, karena penyakit yang berhubungan dengan paparan gas tersebut.

Dalam berbagai kerahasiaan dan keculasan, penyebab bencana hingga kini masih diributkan. Pemerintah India dan para aktivis setempat menyatakan manajemen yang buruk dan kerakusan akan laba membuat pemeliharaan rutin peralatan menjadi  buruk dan kendur. Sementara Union Carbide Corporation (UCC) berpendapat rusaknya tanki karena tindakan sabotase (sich!).

Setelah bencana, kasusnya disidangkan. Pada 1991, Pengadilan Bhopal mendakwa Warren Anderson, CEO UCC yang telah pensiun pada 1986, dengan dakwaan pembunuhan, sebuah kejahatan yang membawa hukuman maksimum 10 tahun penjara. Ia dinyatakan sebagai buron dari pengadilan oleh Hakim Agung Bhopal pada 1 Februari 1992 karena mangkir di persidangan. Pemerintan India memberi perintah untuk mendesak ekstradisi Anderson dari Amerika Serikat. Mahkamah Agung Amerika Serikat menolak untuk mendengarkan banding atas keputusan pengadilan federal yang lebih rendah pada bulan Oktober 1993, yang berarti bahwa korban bencana Bhopal tidak dapat meminta ganti rugi di pengadilan Amerika Serikat. Dasar kapitalis.

Baru pada Juni 2010—lebih dari seperempat abad kemudian!, tujuh mantan karyawan termasuk mantan direktur UCIL, dihukum di Bhopal. Mereka dijatuhi hukuman dua tahun penjara dan denda masing-masing sekitar 2.000 dolar AS, hukuman maksimum yang diizinkan hukum India. Mantan karyawan kedelapan juga dihukum, tetapi meninggal sebelum putusan dikeluarkan.  Anderson mati sebagai seorang renta yang direjam berbagai perasaan berdosa pada 29 September 2014 di AS, tak terjangkau hukum.

Tragedi ini begitu memilukan. Segera setelah kejadian, pemakaman dan kremasi massal kremasi dilakukan. Fotografer Pablo Bartholomew, mengambil foto berwarna ikonik pemakaman tersebut pada 4 Desember. Fotonya dikenal sebagai ‘Bhopal Gas Disaster Girl’ atau Gadis Bencana Gas Bhopal.  Fotografer lain yang hadir, Raghu Rai, mengambil foto hitam putih. Para fotografer luput meminta identitas ayah atau anak itu saat dia dimakamkan. Tidak pernah ada kerabat yang mengkonfirmasi hal itu. Dengan demikian, identitas gadis itu tetap tidak diketahui. Kedua foto tersebut menjadi simbol penderitaan para korban bencana Bhopal, dan foto Bartholomew memenangkan Penghargaan Foto Pers Dunia tahun 1984.

Dalam beberapa hari, pohon-pohon di sekitar Bhopal mati mengering. Hewan-hewan ternak segera berubah menjadi kumpulan bangkai. Sebanyak 170.000 orang dirawat di rumah sakit dan apotik, ribuan ekor sapi, kerbau, kambing, dan hewan lainnya dikumpulkan dan dikubur.

Bencana ini memberi efek mendunia, mungkin pula ke Indonesia, tempat Union Carbide punya sebuah pabrikan baterei, Eveready.

Pada 2018, ‘The Atlantic’ menyebut tragedi Bhopal sebagai “bencana industri terburuk di dunia.” [ ]

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close