Crispy

Baku Tembak Jarak Dekat di Bint Jbeil, Satu Pejuang Lebanon Sebabkan Luka Serius Pasukan Israel

JERNIH — Satu unit pasukan militer Israel (IOF) dilaporkan terjebak dalam drama baku tembak jarak dekat yang sengit di wilayah Bint Jbeil, Lebanon Selatan, pada Kamis (2/7/2026). Insiden tersebut mengakibatkan tiga tentara pendudukan terluka, dengan satu di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Juru bicara tentara pendudukan Israel akhirnya mengakui bahwa salah satu tentaranya menderita luka parah akibat konfrontasi dari jarak sangat dekat (close-quarters confrontation) tersebut.

Melansir laporan Radio Angkatan Darat Israel, petaka bagi pasukan Zionis ini bermula ketika satu tim dari Brigade ke-679 (Yiftah) bergerak melakukan penyisiran dan memasuki sebuah gedung di Kota Bint Jbeil.

Tanpa diduga, di dalam kegelapan gedung tersebut, seorang pejuang perlawanan (resistance fighter) telah bersiap meredam pergerakan mereka. Pejuang tunggal tersebut langsung melepas tembakan beruntun secara agresif ke arah unit militer Israel dari jarak dekat.

Sergapan mendadak itu membuat pasukan Israel kocar-kacir. Satu tentara tumbang dengan luka kritis, sementara dua tentara lainnya mengalami luka-luka akibat hantaman peluru.

Pasca-insiden mencekam tersebut, militer Israel langsung mengerahkan jet tempur untuk membom habis gedung tempat baku tembak terjadi. Kendati demikian, saat operasi pencarian diluncurkan di sekitar reruntuhan, pejuang Lebanon misterius tersebut dilaporkan berhasil meloloskan diri dan jejaknya masih gagal ditemukan hingga saat ini.

Aksi gerilya di Bint Jbeil ini menambah daftar panjang kerugian yang harus diderita pasukan pendudukan Israel di Lebanon Selatan, meskipun kerangka kerja gencatan senjata yang disponsori AS telah bergulir di tingkat regional.

Berdasarkan catatan medan tempur, ada beberapa rentetan kerugian fatal yang diderita militer Israel dalam beberapa hari terakhir. Pada Senin, sebuah bom rakitan (IED) sukses menghantam pos komando lapangan milik Wakil Komandan Brigade Komando Israel di wilayah Aita al-Shaab, menyebabkan dua tentara cadangan terluka parah (satu kritis).

Sehari sebelumnya, Minggu, seorang pejuang Hezbollah berhasil menembak mati seorang Kapten Israel yang menjabat sebagai Komandan Peleton di Batalyon ke-12 Brigade Golani, serta melukai satu tentara lainnya dalam konfrontasi sebelum fajar di Deir Seryan.

Skala perlawanan di perbatasan utara ini nyatanya sangat masif. Berdasarkan data internal yang dikutip oleh Stasiun Televisi Channel 12 Israel, Hezbollah dilaporkan telah meluncurkan sedikitnya 637 operasi militer hanya dalam periode 17 April hingga 20 Juni 2026.

Mayoritas serangan tersebut melibatkan taktik udara modern dan artileri berat. Sebanyak 440 Operasi dilancarkan di dalam wilayah pembatasan militer yang disebut “Yellow Line” (Garis Kuning).187 Operasi berhasil menembus jauh ke dalam wilayah Palestina yang diduduki (Israel utara).Sementara logistik senjata mencakup 402 serangan roket, 42 operasi penggunaan sistem pertahanan udara, 31 hantaman rudal antitank (ATGM), serta puluhan pertempuran infanteri secara langsung di lapangan.

Back to top button