Crispy

100 Perusahaan Cina Ekspor Test Kit ke Eropa Tanpa Lisensi

Hong Kong –– Lebih seratus perusahaan memproduksi dan menjual kit penguji (test kit) Covid-19 ke Eropa, tapi sebagian bear tak memiliki lisensi.

South China Morning Post (SCMP) melaporkan perusahaan-perusahaan itu muncul Januari 2020, saat virus menyebar hebat di Propinsi Hubei dan pemerintah Cina melakukan penguncian.

Sekelompok teknisi di Nanjing, tepatnya di fasilitas pabrik mie instan, bekerja berjam jam mengembangkan test kit Covid-19. Berhasil.

Baca Juga:
— Covid-19: Belanda Kembalikan 600 Ribu Masker N95 Buatan Cina
— Kini, Cina Menambang Uang dari Pandemi Covid-19
— Spanyol Kecewa, Alat Uji Covid-19 Buatan Cina tidak Bisa Diandalkan

Covid-19 menyebar sedemikian hebat di Wuhan dan seluruh Cina. Test kit produksi teknisi di pabrik mie instan disetujui pemerintah Cina untuk dijual. Ratusan perusahaan lainnya masih berjuang mengembangkan dan memproduksi test kit baru.

Zhang Shuwen, pendirik Nanjing Liming Bio, mengatakan tidak berpikir mengajukan linsensi penjualan ke pemerintah Cina.

“Aplikasi membutuhkan banyak waktu. Ketika akhirnya mendapatkan persetujuan, wabah mungkin sudah selesai,” kata Zhang.

Kini, Zhang adalah satu dari lebih seratus produsen test kit yang menjual produknya jauh ke luar Cina. Terutama ke negara-negara yang dilanda Covid-19. Di Cina, telah mereda dan tidak ada lagi permintaan domesik.

Februari 2020, ia mengajukan permohonan menjual empat produk kit penguji ke Uni Eropa. Ia menerima akreditasi resmi CE pada Maret 2020. Artinya, test kit produknya memenuhi standar kesehatan, keselamatan, dan lingkungan, yang diterapkan regulator Eropa.

Kini, Zhang kebanjiran pesanan dari Italia, Spanyol, Austria, Hongaria, Prancis, Iran, Arab Saudi, Jepang, dan Korea Selatan.

Zhang mengeksploitasi seluruh sumber daya pabrik untuk memenuhi pesanan itu. Ia bekerja sampai pukul 21:00, dan sedang mempertimbangkan bekerja 24 jam sehari, dengan tiga shift.

Ia sangat tahu akan menambang uang dari tiga miliar orang di seluruh dunia yang terkurung Covid-18, dengan ribuan kematian setiap hari.

Episenter infeksi baru terus muncul, dengan New York sebagai salah satu yang terbesar. Di Italia dan Spanyol, wabah masih menggila dan belum memperlihatkan tanda-tanda akan usai.

Di Prancis dan Jerman, wabah baru saja dimulai. Negara-negara lain di Eropa Timur dan Afrika, mulai sibuk melakukan tindak pencegahan.

BGI Group, perusahaan sekuensing genom terbesar di Cina, menjual setengah produksi ke luar negeri sejak awal Februari 2020. Mereka juga memproduksi test kit.

“Kini kami sepenuhnya menjual ke luar negeri, karena tidak ada lagi kebutuhan dalam negeri,” kata seorang eksektuif BGI, tidak ingin disebut nama, kepada SCMP.

Awal Februari, BGI memproduksi 200 ribu test kit per hari dari pabrik di Wuhan — episenter virus pertama. Pabri, dengan ratusan pekerja, beroperasi 24 jam, ketika sebagian besar kota tutup.

Kini BGI memproduksi 600 ribu test kit per hari, dan baru saja menjadi perusahaan Cina pertama yang mendapat persetujuan darurat untuk menjual es reaksi rantai polimerase (PCR) neol real time ke AS.

Jika Anda saat ini ke seluruh rumah sakit di Eropa, bahkan dunia, jangan pernah menemukan test kit bukan buatan Cina. Semua ini menambah dimensi baru perdebatan tentang ketergantungan dunia pada pasokan medis Tiongkok.

Sampai Kamis pekan lalu, 102 perusahan Cina diberi akses ke Eropa. Song Haibo, ketua Asosiasi untuk In Vitro Diagnostik Cina, mengatakan banyak dari perusahaan ini tidak memiliki ijin Badan Produk Medis Nasional untuk dijual di Cina.

Hanya 13 yang memiliki lisensi untuk menjual produk PCR di Cina, dengan delapan menjual versi antibodi yang lebih sederhana.

Seorang manajer sebuah perusahaan bioteknologi di Changsha, tidak ingin disebut nama, mengatakan ada peruashaan yang hanya memiliki lisensi untuk menjual PCR test kit untuk hewan. Kini perusahaan itu bersiap meningkatkan produksi 30 ribu test kit Covid-19 untuk dijual ke Eropa.

Padahal, perusahaan itu baru menerima sertifikat CE pada 17 Maret.

Jadi, jangan kaget jika muncul kasus di Eropa. Spanyol, menurut El Pais, mengembalikan ribuan test kit yang dibeli dari Cina karena tidak akurat.

Test kit itu buatan Bioeasy Biotechnology di Shenzhen. Namun produsen membantah peralatan itu tidak memenuhi standar, dan menuduh Spanyol tidak mengikuti instruksi dengan beanr.

Pihak berwenang Filipina, Sabtu lalu, mengatakan membuang test kit impor dari Cina karena hanya memiliki tingkat akurasi 40 persen.

Back to top button