Crispy

Ancaman Retak Struktur Boeing 737 MAX, Ratusan Pesawat Wajib Inspeksi

JERNIH – Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) kembali menerbitkan peringatan keselamatan tingkat tinggi bagi industri penerbangan global. FAA secara resmi menginstruksikan inspeksi menyeluruh terhadap ratusan armada Boeing 737 MAX menyusul ditemukannya retakan berbahaya pada komponen struktural utama badan pesawat.

Melalui Airworthiness Directive (AD) yang dirilis Kamis (6/8/2026), kebijakan ini menyasar varian Boeing 737 MAX 8, MAX 9, hingga MAX 8-200. Kebijakan darurat ini berdampak langsung pada sedikitnya 471 unit pesawat yang terdaftar di Amerika Serikat, serta berpotensi menjadi rujukan wajib bagi regulator penerbangan dunia, termasuk Indonesia.

Penyelidikan teknis FAA mengidentifikasi temuan retakan pada bagian bear strap (tali pengikat struktural) yang terletak di sudut atas depan bukaan pintu dapur (galley) bagian depan.

Tekanan udara berulang (pressurization cycle) yang dialami badan pesawat selama fase lepas landas (take-off) dan pendaratan (landing) dinilai dapat memperluas keretakan mikro tersebut secara masif, yang berisiko memicu kegagalan struktural fatal saat penerbangan berlangsung.

“FAA mengeluarkan AD ini untuk mengatasi retakan pada kulit badan pesawat dan tali pengikat, yang dapat menyebabkan ketidakmampuan elemen struktural utama untuk menahan beban batas, sehingga berdampak buruk terhadap integritas struktural pesawat,” tulis FAA dalam rilis resminya.

Instruksi kelaikan udara dari FAA ini mengikat secara hukum dan wajib dieksekusi oleh seluruh operator maskapai komersial sesuai tenggat yang ditentukan.

Merespons keputusan ketat tersebut, pihak produsen Boeing mengonfirmasi telah meluncurkan analisis teknis mendalam untuk mengidentifikasi akar penyebab munculnya retakan. Raksasa aviasi asal AS ini berjanji menyiapkan skema perubahan desain (engineering changes) guna memastikan cacat struktur serupa tidak berulang pada lini produksi armada di masa depan.

Back to top button