Crispy

Badan Pengawas PBB Laporkan Proyektil Hantam Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Iran

  • Pembangkit listrik Bushehr di barat daya Iran memiliki reaktor tenaga nuklir yang beroperasi di republik Islam tersebut dan pertama kali terhubung ke jaringan listrik pada tahun 2011.
  • Rusia mengutuk serangan itu sebagai ‘sama sekali tidak dapat diterima’ dan mendesak Israel dan Amerika Serikat untuk berhenti menargetkan infrastruktur nuklir Iran.

JERNIH – Badan pengawas nuklir PBB Rabu (18/3/2026) mengatakan, pihak berwenang Iran telah melaporkan adanya dampak proyektil di satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir yang beroperasi di negara itu, tetapi tidak menyebabkan kerusakan.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah diinformasikan oleh Iran bahwa sebuah proyektil menghantam kompleks PLTN Bushehr pada Selasa malam. “Tidak ada kerusakan pada pabrik atau cedera pada staf yang dilaporkan,” demikian unggahan badan yang berbasis di Wina tersebut di media sosial, mengutip AFP.

Kepala badan tersebut, Rafael Grossi, mengulangi seruannya untuk menahan diri selama konflik guna menghindari risiko kecelakaan nuklir.

Rusia, yang membantu membangun pembangkit listrik tersebut dan memiliki staf di lokasi, mengatakan telah menerima laporan tentang serangan rudal di perimeter dalam pembangkit listrik dan menyebut serangan itu “sama sekali tidak dapat diterima”.

“Israel dan Amerika Serikat harus menahan diri dari serangan sembrono terhadap infrastruktur nuklir, yang menimbulkan risiko nyata bencana radiologis dan lingkungan berskala regional,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, dalam sebuah pengarahan mingguan.

Moskow telah berulang kali memperingatkan kedua negara tersebut agar tidak “mengancam nyawa” personel Rusia yang masih bekerja di pabrik itu, tambahnya.

Pembangkit listrik Bushehr di barat daya Iran memiliki reaktor tenaga nuklir yang beroperasi di republik Islam tersebut dan pertama kali terhubung ke jaringan listrik pada tahun 2011.

Teheran telah berada di bawah sanksi AS yang berat sejak 2018, ketika Washington menarik diri dari kesepakatan yang memberikan keringanan sanksi kepada Iran sebagai imbalan atas pembatasan aktivitas nuklirnya yang dirancang untuk mencegahnya mengembangkan hulu ledak atom.

Iran telah berulang kali membantah memiliki ambisi untuk mengembangkan senjata nuklir, dan bersikeras bahwa aktivitasnya sepenuhnya bersifat damai.

Back to top button