Crispy

Brutalitas di Tepi Barat: Israel Tembak Mati Remaja 16 Tahun, Pemukim Ilegal Bakar Masjid

JERNIH – Situasi di Tepi Barat yang diduduki kembali membara. Pasukan keamanan Israel dilaporkan menembak mati seorang remaja Palestina, bersamaan dengan gelombang serangan brutal oleh kelompok pemukim ilegal ekstremis sayap kanan yang membakar sebuah masjid serta deretan kendaraan warga sipil di bawah pengawalan aparat penegak hukum.

Rangkaian kekerasan ini terjadi bertepatan dengan aksi demonstrasi provokatif kelompok nasionalis ekstrem Tiongkok-Israel dalam rangka peringatan apa yang mereka sebut sebagai “Hari Bendera” (Flag Day), sebuah momentum untuk merayakan pendudukan ilegal Tel Aviv atas Yerusalem Timur dan Tepi Barat sejak perang Mei 1967.

Seorang remaja Palestina berusia 16 tahun, yang diidentifikasi sebagai Fahd Zidan Owais, tewas setelah ditembak oleh pasukan militer Israel di sebuah desa di selatan Nablus. Insiden tragis ini diwarnai oleh tindakan penutupan akses medis secara sepihak:

Pasukan Israel dilaporkan melarang tim medis dari Bulan Sabit Merah Palestina untuk mendekati lokasi guna memberikan pertolongan darurat kepada korban. Sumber lokal yang dihimpun oleh kantor berita Palestina, Wafa, menyebutkan bahwa otoritas militer Israel menyita dan menahan jenazah Owais.

Kebijakan penahanan jenazah ini terus dikecam luas oleh para aktivis kemanusiaan internasional sebagai bentuk hukuman kolektif (collective punishment) yang kejam karena merampas hak keluarga untuk berkabung dan memakamkan korban secara layak.

Pembakaran Masjid dan Vandalisme Rasis

Kekerasan berlanjut hingga Jumat dini hari ketika kelompok pemukim ilegal ultra-nasionalis menyerbu sebuah desa di tenggara Ramallah. Di bawah kegelapan malam, kelompok ekstremis ini membakar sebuah masjid setempat dan merusak deretan mobil milik warga sipil.

Sejumlah foto dan rekaman visual yang beredar memperlihatkan kondisi dinding-dinding masjid yang menghitam akibat jilatan api dan abu, serta kendaraan-kendaraan yang hangus total. Tidak hanya melakukan pembakaran, para pelaku juga mencoreti dinding rumah-rumah warga Palestina dengan grafiti bernada rasis dan anti-Palestina.

Ketegangan mencapai puncaknya di Yerusalem ketika Menteri Keamanan Nasional Israel yang beraliran sayap kanan ekstrem, Itamar Ben-Gvir, memimpin langsung aksi provokasi dengan menerobos masuk ke dalam kompleks suci Masjid Al-Aqsa. Sembari dikawal ketat oleh aparat, Ben-Gvir secara demonstratif membentangkan bendera Israel di dalam kompleks tersebut.

Aksi menteri tersebut diikuti oleh sekitar 1.300 pemukim ilegal yang merangsek masuk ke dalam situs suci umat Islam tersebut, sementara pihak kepolisian Israel menutup akses dan melarang warga Muslim Palestina untuk masuk beribadah.

Di luar kompleks, sebelum ibadah salat jemaah dimulai, kelompok pemukim juga menyerang para peziarah dan warga lokal di jalanan Kota Tua dengan cara memukul dan menendang. Aparat kepolisian yang berada di lokasi dilaporkan hanya berdiri menyaksikan aksi kekerasan tersebut, dan justru bertindak represif dengan menangkap sembilan warga Palestina yang mencoba membela diri.

Sepanjang parade “Hari Bendera” berlangsung di jalanan Kota Tua Yerusalem, ribuan massa nasionalis radikal terekam kamera melakukan intimidasi massal terhadap para pedagang dan penduduk lokal Palestina.

Dalam berbagai rekaman video yang beredar luas di media sosial, massa sayap kanan terdengar dengan lantang meneriakkan yel-yel provokatif seperti “Mati kau Arab!” (Death to Arabs) dan “Biarkan desa-desa kalian hangus terbakar!” (May your villages burn), sembari merusak sejumlah fasilitas usaha milik warga Palestina.

Back to top button