Moron

Trump Dilaporkan Terlambat Ungkap Transaksi Saham Ratusan Juta Dolar

Trump kedapatan melakukan transaksi saham bernilai fantastis di perusahaan raksasa seperti Meta, Microsoft, hingga Goldman Sachs. Tapi anehnya, laporan ini telat berbulan-bulan sampai kena denda!

WWW.JERNIH.CO –  Kantor Etika Pemerintah AS (OGE) merilis dokumen keterbukaan keuangan terbaru pada hari Kamis. Dokumen tersebut menunjukkan bahwa Presiden Trump melakukan transaksi keuangan senilai minimal 220 juta dolar pada awal tahun ini di sejumlah perusahaan besar AS.

Secara kumulatif, nilai investasi tersebut diperkirakan berkisar antara 220 juta dolar hingga 750 juta dolar. Beberapa portofolio yang dibeli mencakup efek (sekuritas) yang terkait dengan raksasa teknologi dan finansial seperti Oracle,     Meta Platforms, Bank of America, Microsoft hingga Goldman Sachs.

Meski demikian, dokumen yang dirilis sama sekali tidak merinci jenis efek apa yang sebenarnya dibeli.

Merespons kabar ini, juru bicara Trump Organization memberikan klarifikasi yang menegaskan bahwa seluruh aset investasi presiden dikelola secara independen.

 “Aset investasi Presiden dikelola secara eksklusif melalui fully discretionary accounts (akun yang dikelola penuh) oleh lembaga keuangan pihak ketiga. Lembaga inilah yang memiliki otoritas mutlak atas semua keputusan investasi,” ujar juru bicara Trump.

BACA JUGA: Trump Pecahkan Rekor Presiden AS Paling Sering Diincar

Ia juga menambahkan bahwa seluruh proses jual-beli saham dan penyeimbangan portofolio dilakukan secara otomatis lewat sistem yang diatur lembaga tersebut.

Trump, keluarga, maupun perusahaannya diklaim tidak memiliki peran sama sekali dalam memilih, mengarahkan, atau menyetujui investasi tertentu. Mereka juga tidak menerima pemberitahuan awal mengenai aktivitas perdagangan tersebut.

Senada dengan hal itu, juru bicara Gedung Putih, Davis Ingle, menyampaikan bahwa sang presiden selalu bertindak demi kepentingan terbaik masyarakat AS.

“Itulah alasan mengapa rakyat kembali memilihnya dengan suara mutlak, terlepas dari berbagai tuduhan palsu dari media selama bertahun-tahun,” kata Ingle. Ia juga menambahkan bahwa aset-aset Trump kini dikelola oleh anak-anaknya, sehingga tidak ada konflik kepentingan.

Namun di balik laporan tersebut, terungkap bahwa Trump ternyata terlambat berbulan-bulan dalam melaporkan transaksi saham senilai puluhan juta dolar ini.

Berdasarkan aturan hukum AS, seorang presiden wajib melaporkan transaksi saham yang nilainya di atas 1.000 dolar dalam jangka waktu maksimal 45 hari. Akibat keterlambatan ini, dokumen mencatat bahwa Trump dijatuhi denda administratif sebesar 200 dolar.

Hingga saat ini, Trump juga belum membuka laporan keuangan tahun 2025 miliknya yang jatuh tempo pada hari Jumat lalu. Seorang pejabat Gedung Putih bilang bahwa Presiden Trump dan Wakil Presiden Vance telah mengajukan—dan menerima—perpanjangan waktu selama 45 hari untuk mengompilasi data keuangan yang diperlukan. (*)

BACA JUGA: Skandal ‘Inside Trading’ Perang Iran: Taruhan Mencurigakan Rp110 Triliun Sesaat Sebelum Pengumuman Trump

Back to top button