Dominasi PSG Runtuh, RC Lens Rebut Gelar Piala Super Prancis

Dominasi lima tahun berturut-turut Paris Saint-Germain di Trophée des Champions akhirnya runtuh usai ditekuk RC Lens 0-1. Meski PSG bertabur bintang dan unggul jumlah pemain sejak babak pertama.
WWW.JERNIH.CO – Hasil mengejutkan mewarnai laga pembuka musim sepak bola Prancis setelah RC Lens sukses menundukkan Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor tipis 1-0 dalam ajang Piala Super Prancis (Trophée des Champions) 2026 yang berlangsung di Stade Bollaert-Delelis.
Gol tunggal penentu kemenangan Lens dilesakkan oleh Florian Thauvin pada menit ke-32. Kekalahan pahit ini secara mengejutkan memutus dominasi panjang Les Parisiens yang telah menjuarai ajang pembuka musim ini dalam lima edisi berturut-turut.
Kegagalan PSG menjuarai piala ini berakar dari ketidakmampuan mereka memanfaatkan momentum emas. Meski RC Lens harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-39 akibat kartu merah langsung yang diterima bek muda Kyllian Antonio, PSG tetap tak mampu membongkar benteng kokoh sang lawan.
Penyebab utama kekalahan anak asuh Luis Enrique adalah penyelesaian akhir yang buruk serta minimnya kreativitas serangan. Sepanjang laga, sepakan Désiré Doué hanya menerpa mistar gawang, tembakan Ousmane Dembélé melambung jauh, dan gol Fabian Ruiz pada menit ke-77 harus dianulir wasit karena offside. Frustrasi PSG kian meluap hingga Nuno Mendes turut dijatuhi kartu merah pada menit ke-86.
Pada pertandingan ini, racikan skuad PSG memadukan pilar inti dan rekrutan anyar. Di bawah kawalan kiper Matvey Safonov, lini belakang diisi oleh Achraf Hakimi, Illya Zabarnyi, Willian Pacho, dan Lucas Digne. Lini tengah dikomandoi oleh trio Warren Zaïre-Emery, Vitinha, serta Lucas Beraldo, sedangkan alur serangan dipercayakan kepada Maghnes Akliouche, Désiré Doué, dan Khvicha Kvaratskhelia.
Untuk menambah daya gedor di babak kedua, PSG memasukkan lima pemain pengganti, yaitu Ousmane Dembélé, Nuno Mendes, Fabian Ruiz, Senny Mayulu, dan Pedro Fernandez.

Kunci keberhasilan Lens terletak pada kolektivitas pertahanan yang sangat solid di bawah arahan pelatih baru Dino Topmöller, dipadukan dengan efektivitas serangan balik cepat yang dimotori Florian Thauvin dan Abdallah Sima.
Mentalitas disiplin tinggi membuat Lens tetap tenang meski kalah jumlah pemain. Sebaliknya, kelemahan PSG terletak pada lini depan yang tumpul dan terburu-buru, kerapuhan lini belakang saat mengantisipasi bola liar, serta buruknya kontrol emosi para pemain jelang peluit panjang dibunyikan.
Trophée des Champions merupakan ajang resmi tahunan yang mempertemukan juara Ligue 1 dengan kampiun Coupe de France dari musim sebelumnya. Turnamen dengan format modern ini resmi bergulir sejak tahun 1995, meskipun sejarahnya telah berakar dari ajang Challenger des Champions sejak tahun 1955. Kendati kerap dipandang sebagai laga pemanasan pra-musim, trofi ini diakui secara penuh oleh LFP (Ligue de Football Professionnel) dan tetap dihitung sebagai raihan gelar juara resmi.
Sepanjang sejarahnya, PSG tercatat sangat sering mengawinkan gelar Piala Super Prancis dan trofi Ligue 1. Raksasa Paris tersebut telah menyandingkan kedua gelar dalam musim yang sama atau kalender beruntun sebanyak 10 kali, terutama pada era kejayaan mereka di periode 2013–2016, 2018–2020, dan 2022–2025.
Bahkan dalam beberapa kesempatan, PSG pernah menunjukkan dominasi mutlak dengan menyapu bersih seluruh gelar domestik Prancis, mulai dari Ligue 1, Coupe de France, Coupe de la Ligue, hingga Trophée des Champions secara bersamaan. Tapi kali ini beda.(*)






