Crispy

Gara-gara Mirip Bendera Palestina, Polisi Israel Sita Bendera Hungaria

JERNIH – Sebuah insiden unik sekaligus kontroversial terjadi dalam aksi unjuk rasa anti-pemerintah di persimpangan Karkur, Haifa, Israel Utara. Pihak kepolisian Israel menyita bendera negara Hungaria dari tangan seorang demonstran dengan alasan bendera tersebut terlalu mirip dengan bendera Palestina dan berpotensi memicu “provokasi”.

Dilansir dari Haaretz, insiden ini bermula saat petugas mendekati seorang demonstran yang membawa bendera tiga warna (merah, putih, hijau). Meski pendemo tersebut sudah menjelaskan secara mendetail bahwa yang ia bawa adalah bendera resmi Hungaria, petugas tetap bersikeras melakukan penyitaan.

“Anda mungkin mengerti itu bendera Hungaria, tapi orang lain tidak akan paham,” ujar petugas tersebut sebagaimana ditirukan oleh sang demonstran.

Secara visual, bendera Hungaria memang memiliki kemiripan warna dengan bendera Palestina, namun dengan susunan yang sangat berbeda. Bendera Hungaria terdiri dari tiga garis horizontal warna Merah, Putih, dan Hijau sementara bendera Palestina memiliki garis Hitam, Putih, dan Hijau, serta dilengkapi segitiga merah di bagian kiri (hoist).

Meski perbedaannya cukup mencolok—terutama tidak adanya warna hitam pada bendera Hungaria—polisi tetap menolak tawaran pendemo untuk menyimpan bendera tersebut di dalam mobilnya dan memilih untuk menyitanya hingga aksi berakhir.

Paranoia Simbol di Tengah Perang

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan internal terhadap pemerintahan Benjamin Netanyahu terkait perang di Lebanon dan Gaza. Sejak awal 2023, Menteri Keamanan Nasional sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, memang telah memerintahkan kepolisian untuk menghapus segala bentuk bendera Palestina dari ruang publik, menyebutnya sebagai “simbol terorisme”.

Padahal, pada tahun 2024, penasihat hukum kepolisian Israel sendiri telah mengeluarkan aturan bahwa petugas dilarang menyita atribut demonstrasi meskipun bersifat provokatif. Namun, di lapangan, praktik penyitaan simbol-simbol yang dianggap “mirip” Palestina masih terus terjadi.

Ironisnya, Hungaria di bawah pimpinan Viktor Orban adalah salah satu sekutu terdekat Israel di Uni Eropa yang sering menggunakan hak veto untuk menjegal sanksi terhadap Israel. Namun, hubungan ini sedang mengalami transisi setelah Orban baru saja kalah dalam pemilihan parlemen awal bulan ini.

Sepekan sebelumnya di lokasi yang sama, polisi Israel juga dilaporkan menyita dan mematahkan papan pengumuman bertuliskan “Two states for two peoples – Israel and Palestine” serta menangkap pembawanya atas tuduhan “hasutan”.

Back to top button