CrispyVeritas

Grammy 2026: Bad Bunny Cetak Rekor Dunia dan Dominasi Mutlak Kendrick Lamar

Dari kemenangan bersejarah album berbahasa Spanyol pertama yang meraih Album of the Year, hingga pidato emosional para megabintang yang mengubah panggung penghargaan menjadi arena aktivisme sosial.

WWW.JERNIH.CO –  Perhelatan Grammy Awards 2026 (edisi ke-68) yang baru saja berlangsung di Crypto.com Arena, Los Angeles, menjadi salah satu malam paling bersejarah dan bermuatan politis dalam sejarah industri musik modern. Dipandu untuk terakhir kalinya oleh Trevor Noah, ajang ini tidak hanya merayakan prestasi teknis, tetapi juga menjadi panggung pernyataan sosial yang kuat.

Setidaknya ada 10 catatan pergerlaran Grammy Awards tahun ini. Apa saja?

1. Kemenangan Bersejarah Album Berbahasa Spanyol

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kategori Album of the Year dimenangkan oleh album yang sepenuhnya berbahasa Spanyol. Kemenangan Bad Bunny membuktikan bahwa Recording Academy kini benar-benar merangkul globalisasi musik, bukan lagi sekadar sebagai kategori “Musica Urbana”.

2. Rekor Baru Kendrick Lamar

Kendrick Lamar resmi menjadi rapper dengan jumlah piala Grammy terbanyak sepanjang masa, melewati pencapaian Jay-Z. Kemenangannya lewat album GNX dan single “luther” menegaskan dominasi lirik yang tajam di tengah pergeseran tren musik pop.

3. Panggung Aktivisme Sosial

Grammy 2026 menjadi salah satu yang paling bermuatan politik. Gerakan protes terhadap kebijakan imigrasi (ICE) terlihat jelas di karpet merah, dengan banyak artis papan atas menggunakan platform pidato mereka untuk menyuarakan isu kemanusiaan dan hak-hak migran.

4. Akhir Era Trevor Noah

Setelah beberapa tahun berturut-turut menjadi pembawa acara, 2026 menjadi tahun terakhir Trevor Noah memandu Grammy. Monolognya yang tajam namun penuh hormat diakhiri dengan standing ovation dari para tamu undangan.

5. Dominasi “The New Guard” Pop

Artis-artis baru yang besar dari platform digital seperti Lola Young dan Olivia Dean mulai menggeser dominasi nama-nama besar tradisional. Kemenangan mereka menunjukkan bahwa kurasi Grammy mulai selaras dengan selera audiens Gen Z.

6. Kebangkitan Rock Legendaris

Malam itu juga menjadi momen emosional bagi para penggemar musik rock klasik. The Cure berhasil membawa pulang penghargaan untuk album Songs of a Lost World, membuktikan bahwa band legendaris masih memiliki taring dan relevansi di dekade 2020-an.

7. Kolaborasi Global di Panggung Utama

Penampilan Rosé (BLACKPINK) dan Bruno Mars membawakan “APT.” menjadi highlight yang paling banyak ditonton secara digital. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa batas antara K-Pop dan Pop Barat sudah hampir tidak ada lagi.

8. Peningkatan Standar Produksi Imersif

Kategori Best Immersive Audio Album mendapatkan perhatian lebih tahun ini. Dengan perkembangan teknologi audio spasial, Grammy 2026 menekankan bahwa kualitas teknis rekaman kini sama pentingnya dengan kualitas penulisan lagu.

9. Billie Eilish & Finneas: Kekuatan Tak Terhentikan

Dengan memenangkan Song of the Year lewat “Wildflower”, duo kakak-beradik ini membuktikan konsistensi mereka dalam menciptakan lagu balada yang puitis dan relevan secara emosional bagi jutaan pendengar di seluruh dunia.

10. Pengakuan terhadap Musik Soundtrack (Visual Media)

Lagu-lagu dari film dan serial TV (seperti dari fenomena K-Drama atau film blockbuster 2025) mendapatkan porsi kemenangan yang signifikan, menunjukkan bahwa musik yang lahir dari media visual memiliki daya tahan (longevity) yang sangat kuat di tangga lagu global.

DAFTAR PEMENANG

Malam puncak Grammy Awards 2026 menjadi panggung pembuktian bagi Bad Bunny, yang tidak hanya merajai kategori Best Música Urbana Album, tetapi juga mencetak sejarah besar dengan memenangkan Album of the Year lewat karya fenomenalnya, DeBÍ TiRAR MáS FOToS. Di sisi lain, dominasi hip-hop digenggam erat oleh Kendrick Lamar yang menyabet gelar Best Rap Album untuk GNX, serta Record of the Year lewat kolaborasi apiknya bersama SZA dalam lagu “luther”.

Kategori penulisan lagu terbaik atau Song of the Year jatuh ke tangan duo kakak-beradik Billie Eilish & Finneas O’Connell melalui balada menyentuh “Wildflower”. Sementara itu, predikat Best New Artist tahun ini diberikan kepada Olivia Dean yang dianggap membawa warna baru dalam industri. Di lini musik pop, Lady Gaga kembali berjaya dengan meraih Best Pop Vocal Album untuk Mayhem, sedangkan Lola Young memberikan kejutan manis dengan memenangkan Best Pop Solo Performance lewat lagu “Messy”.

Genre rock dan alternatif juga memberikan apresiasi kepada lintas generasi; band Turnstile mengamankan Best Rock Album melalui Never Enough, sementara band legendaris The Cure membuktikan taringnya dengan meraih Best Alternative Music Album untuk Songs of a Lost World. Terakhir, di lini R&B, Leon Thomas berhasil membawa pulang piala Best R&B Album berkat albumnya yang berjudul MUTT, melengkapi daftar kemenangan musisi-musisi paling berpengaruh tahun ini.(*)

BACA JUGA: Shervin Hajipour, Penyanyi Lagu Protes di Iran, “Baraye”, Menangkan Grammy

Back to top button