Crispy

Hujan Drone Iran Kembali Gempur Arab Saudi, Teluk Memanas di Tengah Penangguhan Bandara Dubai

  • Total drone yang berhasil dicegat di wilayah Arab Saudi kini melampaui angka 230 unit, ditambah lebih dari 30 rudal yang dijatuhkan sejak konflik pecah akhir Februari lalu.
  • Iranmengklaim bahwa “musuh”—merujuk pada AS dan Israel—menggunakan drone yang menyamar sebagai Shahed buatan Iran dengan nama “Drone Lucas”.

JERNIH – Eskalasi konflik di Timur Tengah memasuki babak baru yang semakin berbahaya. Iran kembali meluncurkan gelombang serangan pesawat tak berawak (drone) dalam jumlah besar ke wilayah Arab Saudi pada Senin (16/3/2026). Serangan ini terjadi hampir bersamaan dengan lumpuhnya operasional Bandara Internasional Dubai akibat hantaman drone yang memicu kebakaran hebat.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi melaporkan telah mencegat dan menghancurkan sedikitnya 63 drone musuh yang menargetkan Riyadh dan Provinsi Timur. Juru bicara kementerian, Mayor Jenderal Turki Al-Maliki, mengonfirmasi melalui platform X bahwa serangan dimulai pada pukul 02:22 waktu setempat.

Dengan serangan terbaru ini, total drone yang berhasil dicegat di wilayah Kerajaan Arab Saudi kini melampaui angka 230 unit, ditambah dengan lebih dari 30 rudal yang telah dijatuhkan sejak konflik pecah pada akhir Februari lalu.

Di Uni Emirat Arab (UEA), situasi tidak kalah mencekam. Kantor Media Dubai melaporkan bahwa tim pertahanan sipil harus berjuang menjinakkan api yang membakar tangki bahan bakar di sekitar Bandara Internasional Dubai akibat hantaman drone. Insiden ini memaksa otoritas setempat menangguhkan seluruh operasional bandara tersibuk di dunia tersebut untuk sementara waktu.

Data resmi menunjukkan dampak serangan di negara tetangga jauh lebih besar. UEA melaporkan telah menghadapi 294 rudal balistik, 15 rudal jelajah, dan 1.600 drone dengan total enam korban jiwa. Bahrain telah mencegat 125 rudal dan 203 drone. Serangan di wilayah ini telah menewaskan dua orang, sementara total korban tewas di seluruh kawasan mencapai 24 orang.

Tangkisan Diplomasi Iran: “Drone Lucas”

Di tengah hujan peluru, Duta Besar Iran untuk Arab Saudi, Alireza Enayati menangkis tuduhan bahwa Teheran berada di balik serangan terhadap negara-negara Teluk. Melalui unggahan di X, ia mengklaim bahwa “musuh”—merujuk pada AS dan Israel—menggunakan drone yang menyamar sebagai Shahed buatan Iran dengan nama “Drone Lucas”.

Enayati bersikeras bahwa Iran hanya menargetkan kepentingan AS dan Israel. Namun, klaim ini disambut skeptisisme luas, mengingat kepemimpinan militer Iran sebelumnya secara terbuka telah mengancam negara-negara Teluk.

Merespons situasi yang kian genting, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) dan Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al-Nahyan (MBZ) melakukan pembicaraan telepon pada hari Senin. Kedua pemimpin tersebut mengecam keras serangan Iran sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam stabilitas kawasan.

Berdasarkan laporan Saudi Press Agency, kedua pemimpin menegaskan bahwa negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) tidak akan tinggal diam dan siap mengerahkan seluruh kemampuan untuk mempertahankan kedaulatan wilayah mereka.

Kecaman terhadap Iran tidak hanya datang dari tetangganya. Pekan lalu, Dewan Keamanan PBB telah mengadopsi resolusi yang didukung oleh 13 dari 15 anggota—serta didukung oleh 135 negara lainnya—untuk mengutuk serangan Iran dan menuntut penghentian segera segala bentuk permusuhan.

Meski demikian, fakta di lapangan menunjukkan bahwa Iran terus melanjutkan pola serangan malam hari, meninggalkan kawasan Teluk dalam ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Back to top button