Crispy

India Keluarkan Pemeluk Islam dari Undang-undang

New Delhi — Parlemen India, Rabu 11 Desember 2019, mengesahkan undang-undang yang akan memberikan kewarga-negaraan kepada imigran dari tiga negara, tapi tidak untuk yang beragama Islam.

RUU Amandemen Kewarganegaraan (CAB), yang sangat kontroversial dan diskriminatif, akan mempercepat pemberian kewarga-negaraan India bagi pemeluk agama minoritas Jain, Sikh, Hindu, Budha, Parsis, dan Kristen, di Afghanistan, Bangladesh, dan Pakistan.

Partai-partai oposisi mengatakan UU itu melanggar konstitusi, karena mendasarkan kewarga-negaraan pada agama dan meminggirkan 200 juta komunitas Muslim di India.

Pemerintah nasionalis Hindu Partai Bharatiya Janata (BJP) mengatakan UU itu berupaya melindungi minoritas agama yang melarikan diri dari penganiayaan di negara asal mereka.

Dalam voting di Rajya Sabha, majelis tinggi parlemen, 125 suara mendukung undang-undang ini, dan 105 menentang. Sehari sebelumnya, 311 suara di Lhok Sabha atau majelis rendah menyetujui undang-undang ini, 80 menentang.

Lhok Sabha didominasi BJP pimpinan PM Narendra Modi. Di majelis tinggi, BJP tidak terlalu mendominasi. RUU kini dikirim ke presiden untuk ditanda-tangani, dan resmi menjadi undang-undang.

“Saya kira tidak berlebihan jika mengatakan kita kini memiliki undang-undang paling berbahaya,” kata Harsh Mander, aktivis dan penulis hak asasi manusia kepada CNN. “Undang-undang ini menghancurkan karakter negara India.”

Mander mengatakan sifat dasar konstitusi India adalah sekularisme. Intinya, identitas agama tidak relevan dengan milik Anda. Kini, India sedang diputar berlawanan arah.

PM Modi merayakan pengesahan RUU di Twitter. “Hari yang penting bagi India dan etos belas kasih dan persaudaraan bangsa kita,” tulis PM Modi.

Menurutnya, RUU ini akan meringankan penderitaan banyak orang yang menghadapi penganiayaan selama bertahun-tahun.

Di negara-negara bagian timur laut India, RUU mengundang ketakutan luar biasa. Kelompok pribumi di India khawatir terjadi eksodus besar-besaran pemeluk Hindu di Bangladesh, yang membuat komposisi etnis berubah dan menciptakan ketegangan.

Perbatasan India-Bangladesh relatif berpori sejak 1971, atau setelah Bangladesh merdeka. Selama ini, pemeluk Hindu, Muslim, dan agama lain, hidup berdampingan tanpa kekerasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close