CrispyVeritas

Indonesia–Prancis Perkuat Kemitraan Budaya, dari Borobudur, Museum, Hingga Industri Film

Di atas semua itu, kerja sama Indonesia–Prancis menempatkan mobilitas talenta sebagai fondasi masa depan. Sejumlah institusi pendidikan Prancis—mulai dari École du Louvre hingga ENSAD-PSL—membuka akses bagi mahasiswa Indonesia, sekaligus memberi peluang bagi mahasiswa Prancis untuk magang di Indonesia. Menbud Fadli Zon mengatakan, jalur ini diharapkan terhubung lebih sistematis dengan Manajemen Talenta Nasional di bidang seni dan budaya.

JERNIH– Pemerintah Indonesia dan Prancis kian memantapkan kerja sama kebudayaan sebagai salah satu pilar strategis hubungan bilateral kedua negara. Pertemuan antara Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon dan Menteri Kebudayaan Prancis, Catherine Pégard, di Paris menjadi penanda penguatan konkret implementasi Joint Cultural Strategy atau Deklarasi Borobudur yang disepakati kedua kepala negara pada 2025.

Pertemuan itu bukan sekadar seremoni diplomatik. Ia membawa sejumlah kesepakatan operasional yang menyentuh langsung sektor-sektor strategis kebudayaan: dari pengelolaan warisan budaya, museum, hingga industri kreatif dan mobilitas talenta lintas negara.

Fadli Zon menegaskan, Indonesia memandang Prancis sebagai mitra kunci di Eropa dalam pengembangan kebudayaan. Ia menyebut, sejak 2025 kerja sama kedua negara mulai bergerak dari sekadar komitmen normatif menuju bentuk yang lebih konkret dan terstruktur.

“Indonesia memandang Prancis sebagai salah satu mitra budaya terpenting di Eropa. Kerja sama yang dibangun kini semakin konkret dan berdampak jangka panjang,” katanya.

Di sisi lain, Catherine Pégard menilai hubungan kedua negara berada pada momentum yang tepat untuk diperluas. Ia menekankan pentingnya pendekatan resiprokal—tidak hanya pertukaran budaya, tetapi juga penguatan ekosistem kebudayaan secara bersama. “Prancis dan Indonesia memiliki kemitraan budaya yang semakin kuat dan konkret,” ujar dia.

Salah satu fokus utama kerja sama adalah sektor warisan budaya dan museum. Kedua negara menegaskan penguatan kolaborasi dalam pengembangan situs-situs penting seperti Borobudur dan Prambanan, sekaligus mendorong pembentukan Museum Academy di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, dua perjanjian kerja sama ditandatangani. Pertama antara École du Louvre dan Indonesian Heritage Agency. Kedua antara Centre des Monuments Nationaux dan InJourney.

Kerja sama ini memperkuat fondasi kolaborasi sebelumnya, termasuk dengan GrandPalaisRmn, sekaligus membuka peluang baru bagi program mobilitas profesional. Indonesia akan menempatkan tenaga ahlinya di sejumlah museum besar di Paris, sementara proyek pameran berskala internasional juga tengah disiapkan.

Tak hanya itu, kedua negara juga memperdalam riset bersama melalui École française d’Extrême-Orient, terutama terkait artefak Hindu-Buddha dan situs warisan budaya Indonesia.

Di sektor industri budaya, kerja sama juga mengalami penguatan signifikan. Bidang film dan animasi menjadi salah satu motor penggerak, dengan keberhasilan program Indonesia–France Film Lab serta keterlibatan La Fémis dan Centre national du cinéma dalam pengembangan kapasitas sineas.

Kedua negara bahkan menyiapkan pertemuan co-production film di Paris pada Desember 2026. Menjelang Festival Film Cannes 2026, Indonesia juga memperkenalkan program Next Step Studio Indonesia dan mencatat partisipasi perdana dalam Annecy International Animation Film Festival.

Isu pelestarian dan restorasi film turut menjadi perhatian bersama, menandai pergeseran kerja sama dari produksi semata ke perlindungan warisan sinema.

Kerja sama juga merambah sektor literasi dan perbukuan. Pembentukan Choix Goncourt Indonésie menjadi langkah simbolik sekaligus strategis dalam membuka ruang dialog sastra kedua negara.

Program ini didukung oleh kolaborasi dengan Centre national du livre untuk memperluas residensi penulis, penerjemahan, hingga pertukaran karya sastra.

Delegasi Prancis yang dipimpin Presiden Académie Goncourt dijadwalkan hadir dalam Makassar International Writers Festival pada Mei 2026. Selain itu, program Rimbaud Residency juga dikembangkan melalui kemitraan antara Cité Internationale de la Langue Française dan Pemerintah Kota Semarang.

Di atas semua itu, kerja sama Indonesia–Prancis menempatkan mobilitas talenta sebagai fondasi masa depan. Sejumlah institusi pendidikan Prancis—mulai dari École du Louvre hingga ENSAD-PSL—membuka akses bagi mahasiswa Indonesia, sekaligus memberi peluang bagi mahasiswa Prancis untuk magang di Indonesia.

Fadli Zon menyebut, jalur ini diharapkan terhubung lebih sistematis dengan Manajemen Talenta Nasional di bidang seni dan budaya.

Dengan rangkaian kerja sama yang semakin luas dan terstruktur, kedua negara menegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar pelengkap diplomasi, melainkan instrumen utama yang menghubungkan pengetahuan, kreativitas, dan pertumbuhan ekonomi.

Di tengah dunia yang kian kompetitif, langkah Indonesia memperkuat diplomasi budaya ini sekaligus menjadi sinyal bahwa kebudayaan tidak lagi berada di pinggiran kebijakan—melainkan di jantung strategi nasional. []

Back to top button