Jeremy Hansen, Astronaut Legendaris Kanada Pensiun Usai Misi Artemis II

Setelah mengukir sejarah mengitari bulan dalam misi Artemis II, astronaut legendaris Jeremy Hansen resmi gantung helm dari CSA.
WWW.JERNIH.CO – Jeremy Hansen, mission specialist asal Kanada yang baru saja mengukir sejarah dalam misi Artemis II milik NASA, resmi mengumumkan pensiun dari Badan Antariksa Kanada (CSA).
Pengumuman yang disampaikan pada 7 Juli itu tersebut menandai akhir dari 17 tahun masa baktinya yang luar biasa di CSA, serta 32 tahun pengabdiannya di militer Kanada. Namun, bagi pria berusia 50 tahun ini, pensiun bukanlah akhir dari segalanya.
“Ini jauh dari kata berpisah,” tulis Hansen dalam sebuah pernyataan menyentuh di media sosialnya, “Komitmen saya untuk melihat Kanada terus berkembang tetap mutlak.”
Bukannya benar-benar pergi, Hansen justru akan beralih ke peran baru sebagai pasukan cadangan (reservist) di CSA. Posisi unik ini sengaja dirancang agar ia tetap bisa berkontribusi bagi dunia dirgantara Kanada dengan cara yang lebih kreatif.
“Posisi unik ini adalah landasan pacu yang sengaja disiapkan untuk membuka pintu bagi cara-cara kreatif dan berkelanjutan dalam mendukung kerja vital yang sedang terjadi di Kanada terkait ruang angkasa,” ungkap Hansen antusias.
Menurutnya, masa depan dunia sangat bergantung pada inovasi dan eksplorasi tanpa henti. Terobosan teknologi dan manfaat ekonomi yang lahir dari sektor antariksa dinilai sangat vital, tidak hanya bagi Kanada tetapi juga bagi dunia.
BACA JUGA: Mengapa Artemis II Tak Mendarat di Bulan?
Keberhasilan Hansen menembus bulan tidak terjadi dalam semalam. Perjalanannya dimulai dari sebuah proses seleksi yang superketat pada tahun 2009.
Saat itu, CSA membuka Kampanye Rekrutmen Astronaut Nasional yang Ketiga. Pengumuman ini menarik minat ribuan talenta terbaik di Kanada. Tidak tanggung-tanggung, Hansen harus bersaing dengan lebih dari 5.000 pelamar yang memiliki latar belakang luar biasa, mulai dari ilmuwan, dokter, hingga pilot tempur.
Berbekal latar belakangnya sebagai pilot jet tempur CF-18 di Angkatan Udara Kanada dan gelar Master di bidang Fisika, Hansen berhasil melewati berbagai ujian fisik, psikologis, dan akademis yang ekstrem.
Dari 5.000 orang, ia terpilih menjadi salah satu dari dua kandidat beruntung yang lolos (bersama David Saint-Jacques), dan resmi memulai pelatihannya di NASA pada tahun yang sama.
Puncak karier Hansen terjadi ketika ia terpilih menjadi satu-satunya astronaut non-Amerika yang ikut dalam misi Artemis II. Bersama tiga astronaut NASA lainnya, Hansen menyelesaikan perjalanan bersejarah selama 10 hari mengitari sisi jauh bulan dan kembali ke Bumi dengan selamat.
Misi tersebut menjadi perjalanan berawak pertama yang melesat melampaui orbit rendah Bumi dalam lebih dari 50 tahun terakhir—sekaligus menjadi fase awal dari ambisi NASA untuk mendaratkan kembali manusia di bulan.
Sekembalinya ke Bumi, Hansen dan krunya diundang langsung oleh Presiden Trump ke Oval Office di Gedung Putih sebagai bentuk penghormatan atas keberhasilan mereka.
Di akhir pernyataannya, Hansen menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada CSA, NASA, dan keluarganya tercinta yang selalu memberikan dukungan tanpa batas.
“Dan untuk seluruh masyarakat Kanada, terima kasih karena telah percaya pada apa yang bisa dicapai negara kita ketika kita membidik target yang tinggi,” tulisnya, “Misi ini masih berlanjut.”
Pihak CSA sendiri memberikan apresiasi tertinggi bagi sang astronaut. Mereka menegaskan bahwa meski masa tugas aktifnya telah berakhir, Jeremy Hansen telah meninggalkan warisan yang abadi bagi program luar angkasa Kanada. Ia akan selalu dikenang sebagai duta masa depan antariksa Kanada dan simbol dari semangat penjelajahan dunia.(*)
BACA JUGA: Turutnya Astronot Kanada di Artemis II Picu Ketidaksukaan Rakyat Amerika




