[JERNIH PIALA DUNIA 2026] Ini 5 Kunci Senegal Gilas Irak 5-0

Lewat kombinasi pressing tinggi, efektivitas bola mati, dan dua gol roket spektakuler Pape Gueye, Senegal tampil superior saat melibas Irak lima gol tanpa balas.
WWW.JERNIH.CO – Tim nasional Senegal sukses menjaga asa lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026 setelah mencukur Irak dengan skor telak 5-0 di Toronto Stadium, Kanada.
Kemenangan luar biasa ini menjadi jawaban atas tuntutan wajib menang besar bagi Lions of Teranga demi mengamankan posisi dalam persaingan peringkat ketiga terbaik.

Pertandingan berjalan berat sebelah berkat gol kilat serta keunggulan jumlah pemain sejak awal babak pertama. Gol pertama bahkan terjadi pada menit ke 4. Berawal dari skema sepak pojok, Abdoulaye Seck mengirimkan umpan sundulan yang langsung disambar oleh gelandang Sunderland, Habib Diarra, untuk mengecoh kiper Irak, Ahmed Basil.
Lanjut pada menit ke-56, memanfaatkan kesalahan fatal gelandang Irak Zidane Iqbal yang kehilangan bola di area pertahanannya, Lamine Camara merebut bola dan melepaskan umpan matang (cut-back) yang diselesaikan secara dingin oleh Ismaïla Sarr.
Hanya berjarak 89 detik setelah masuk sebagai pemain pengganti, Pape Gueye langsung menghentak lewat tendangan melengkung kaki kiri yang bersarang indah ke pojok kiri atas gawang Irak.
Gueye kembali mencatatkan namanya lewat gol roket jarak jauh dari luar kotak penalti. Tendangan kerasnya melesat kencang dengan kecepatan mencapai 132 km/jam tanpa bisa dihalau Jalal Hassan (kiper pengganti Irak). Gawang Irak bobol lagi di menit 71.
Pemain pengganti lainnya, Iliman Ndiaye, menyempurnakan pesta gol Senegal lewat aksi individu menawan sebelum melepaskan tembakan keras ke tiang dekat.
Kunci keunggulan Senegal antara lain;
Efektivitas Skema Bola Mati: Gol pembuka yang terjadi pada menit ke-4 membuktikan kesiapan Senegal dalam memanfaatkan keunggulan fisik dalam situasi bola mati. Gol kilat ini langsung merusak konsentrasi pertahanan Irak.
Pemanfaatan Keunggulan Jumlah Pemain: Kartu merah yang diterima bek Irak, Rebin Sulaka, pada menit ke-13 (akibat menjatuhkan Sadio Mané) dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Senegal. Mereka sabar memutar bola dan melebarkan lapangan untuk menguras stamina 10 pemain Irak.
Intensitas Pressing Tinggi di Lini Tengah: Diarsiteki oleh Lamine Camara dan Idrissa Gueye, lini tengah Senegal bermain sangat agresif. Salah satu buktinya adalah gol kedua yang lahir murni dari skema high-pressing sukses.
Dalaman Skuad dan Perubahan Taktik yang Genius: Keputusan pelatih memasukkan pemain seperti Pape Gueye, Iliman Ndiaye, dan Nicolas Jackson di babak kedua terbukti sangat mematikan. Masuknya tenaga baru ini justru menaikkan intensitas serangan saat fisik pemain Irak mulai habis.
Akurasi Tembakan Jarak Jauh: Menghadapi pertahanan Irak yang menumpuk di kotak penalti pada babak kedua, para pemain Senegal tidak kehabisan akal. Keunggulan akurasi tendangan jarak jauh (seperti dua gol indah dari Pape Gueye) menjadi senjata pemecah kebuntuan yang mematikan.

Senegal memiliki sejarah yang cukup impresif di kancah Piala Dunia. Kemenangan 5-0 atas Irak ini resmi tercatat sebagai jumlah gol terbanyak dalam satu pertandingan yang pernah dicetak oleh Senegal sepanjang keikutsertaan mereka di Piala Dunia.
Hasil ini juga sekaligus memecahkan rekor sebagai kemenangan terbesar yang pernah diraih oleh negara asal asosiasi Afrika (CAF) dalam sejarah putaran final Piala Dunia.
Seusai pertandingan, pelatih kepala Senegal, Pape Thiaw, mengungkapkan rasa puas sekaligus ketegangan yang dihadapinya karena nasib timnya masih bergantung pada sisa laga grup lain.
“Tugas utama kami hari ini telah selesai, dan kami melakukannya dengan sangat baik. Namun, takdir kelolosan kami saat ini tidak lagi sepenuhnya berada di tangan kami sendiri,” ujarnya.(*)
BACA JUGA: [JERNIH PIALA DUNIA 2026] 7 Kecerobohan Jerman hingga Ditindas Ekuador






