DesportareVeritas

[JERNIH PIALA DUNIA 2026] Lamine Yamal Acak-acak Belgia, Spanyol Tembus Semifinal

Kemenangan La Roja bak sebuah pembalasan di babak perempat final serupa pada Piala Dunia 1986, 40 tahun silam. Dan ini untuk ketiga kalinya Spanyol lolos ke babak semifinal.

WWW.JERNIH.CO –  Pertandingan sengit tersaji di babak gugur Piala Dunia 2026 yang mempertemukan dua raksasa Eropa, Spanyol dan Belgia.

Ini adalah laga ketiga kalinya kedua negara bersua di ajang Piala Dunia. Di Piala Dunia 1986 pada babak perempat final, Belgia berhasil menyingkirkan Spanyol lewat babak adu penalti (5-4) setelah bermain imbang 1-1.

Tapi di Piala Dunia 1990 Spanyol membalas dendam dengan mengalahkan Belgia lewat skor 2-1 di babak grup.

Dan di pertandingan ini berakhir dengan kemenangan tipis 2-1 untuk keunggulan La Roja. Meski papan skor menunjukkan angka yang ketat, statistik di atas lapangan menceritakan kisah yang jauh berbeda. Spanyol benar-benar mendominasi jalannya pertandingan sejak peluit pertama dibunyikan.

Pasukan Spanyol menunjukkan kelasnya dengan memegang kendali permainan hingga 68% penguasaan bola, meninggalkan Belgia yang hanya kebagian 32%. Aliran bola dari kaki ke kaki khas Spanyol berjalan begitu mulus dengan catatan 663 operan sukses, berbanding terbalik dengan Belgia yang hanya mampu mengemas 295 operan.

Agresivitas lini serang Spanyol juga terlihat dari 18 tembakan (8 on target) yang mereka lepaskan untuk menggempur pertahanan lawan. Sementara itu, Setan Merah—julukan Belgia—hanya mampu memberikan perlawanan lewat 5 tembakan (2 on target) sepanjang 90 menit.

Jika ada satu nama yang layak mendapat apresiasi tertinggi, ia adalah Lamine Yamal. Bergerak dari sisi kanan yang menjadi motor utama serangan Spanyol, Yamal tampil luar biasa dan sukses mengobrak-abrik lini pertahanan Belgia.

Meski namanya tidak tercatat di papan skor, kontribusinya sungguh masif. Pemain muda ini bahkan sempat melepaskan tendangan roket yang memaksa Thibaut Courtois bekerja habis-habisan melakukan penyelamatan heroik.

Visi bermain Yamal menjadi kunci pembuka keunggulan Spanyol pada gol pertama. Lewat sebuah strategi apik, Yamal mengirimkan umpan matang kepada Pedro Porro, yang kemudian meneruskannya kepada Dani Olmo. Olmo yang memiliki ruang tembak langsung melepaskan sepakan keras. Bola sempat diblok oleh Courtois, namun bola muntah (rebound) tersebut langsung disambar dengan dingin oleh Fabian Ruiz.

Mayoritas serangan mematikan Spanyol lahir dari sektor kanan, membuktikan betapa krusialnya peran Lamine Yamal dalam membongkar rapatnya pertahanan Belgia.

Asyik menyerang rupanya membuat lini pertahanan Spanyol sempat kehilangan fokus. Melalui sebuah skema serangan balik yang sebenarnya tidak terlalu cepat, Belgia berhasil mencuri gol. Lini belakang Spanyol membiarkan Charles De Ketelaere berdiri nyaris tanpa penjagaan di kotak penalti. Dengan bebas, ia dengan mudah menanduk bola untuk menyamakan kedudukan.

Namun, Spanyol segera bangkit. Gol kedua La Roja lahir dari proses yang hampir mirip dengan gol pertama. Berawal dari tekanan bertubi-tubi, kiper Belgia kembali gagal menahan bola dengan sempurna. Bola liar yang terlepas langsung disambar oleh Mikel Merino menjadi gol penentu kemenangan.

Ketangguhan Courtois di bawah mistar gawang sebenarnya bukan hal yang mengejutkan. Kiper utama Belgia ini sama sekali tidak asing dengan gaya permainan Spanyol. Di level klub bersama Real Madrid, ia hari demi hari berlatih dan bermain bersama bek sayap Spanyol, Marc Cucurella.

Pengalaman panjangnya di kompetisi domestik Spanyol membuat Courtois pasti sudah berkali-kali mempelajari dan memahami pola serangan ala Barcelona yang diperagakan oleh duo motor serangan La Roja, Lamine Yamal dan Dani Olmo.

Lolosnya Spanyol ke semifinal adalah untuk ketiga kalinya. Sebelumnya pada Piala Dunia 1950 di Brasil, Spanyol berhasil melaju hingga babak 4 besar, yang secara histori dihitung setara dengan pencapaian semifinal. Di akhir turnamen, Spanyol menempati peringkat ke-4.

Lalu pada Piala Dunia 2010 Afrika Selatan adalah semifinal resmi pertama Spanyol dalam format modern. Di babak semifinal, La Roja berhasil mengalahkan Jerman dengan skor 1-0 lewat gol sundulan Carles Puyol. Spanyol kemudian melaju ke final dan keluar sebagai juara dunia setelah menumbangkan Belanda.(*)

BACA JUGA: [JERNIH PIALA DUNIA 2026] Saat Tim Raksasa Jadi “Mesin Uang” Rating Piala Dunia 2026

Back to top button