CrispyDesportare

[JERNIH PIALA DUNIA 2026] Kutukan “Quinto Partido” Berlanjut, Meksiko Gagal di Azteca

Bermain dominan bahkan Inggris hanya bermodal 10 pemain, tak cukup bagi Meksiko mengubah kutukan quinto partido. Inggris yang dilatih Jerman benar-benar bermain taktikal.

WWW.JERNIH.CO –  Bermain di bawah tekanan magis ribuan pendukung tuan rumah, Inggris asuhan Thomas Tuchel secara heroik berhasil meredam perlawanan spartan Meksiko dengan skor tipis 3-2. Laga ini sempat ditunda selama satu jam akibat cuaca buruk, namun atmosfer panas di dalam stadion langsung meledak begitu peluit babak pertama dibunyikan.

Inggris terbilang sangat beruntung memiliki talenta sekelas Jude Bellingham. Pemain asal Real Madrid ini menjadi pembeda sejati ketika lini belakang Inggris mulai goyah digempur kecepatan sayap Meksiko. Keberhasilan Inggris lolos ke perempat final juga menguji mentalitas juara mereka, terutama setelah harus bermain dengan 10 orang di sisa babak kedua.

Secara statistik, Meksiko sejatinya mendominasi jalannya pertandingan. Didorong oleh gemuruh suporter, El Tri langsung mengambil inisiatif serangan dan memaksa Inggris bertahan lebih dalam. Thomas Tuchel yang menerapkan formasi 4-2-3-1 mengandalkan efektivitas transisi cepat. Strategi ini terbukti sangat mematikan di babak pertama ketika Meksiko lengah dalam mengantisipasi serangan balik.

Namun, kendali permainan berubah drastis di babak kedua setelah bek muda Inggris, Jarell Quansah, diusir keluar lapangan akibat tekel ceroboh. Meksiko yang unggul jumlah pemain langsung mengurung pertahanan Inggris, mencatatkan penguasaan bola hingga 66%. Beruntung bagi Inggris, kedisiplinan barisan bertahan dan kepemimpinan Harry Kane di lini depan mampu menjaga keunggulan Tiga Singa hingga peluit panjang berbunyi.

Inggris memecah kebuntuan lewat serangan rapi dari sisi sayap di menit 36. Bukayo Saka mengirimkan umpan silang akurat ke dalam kotak penalti yang langsung disambar oleh Jude Bellingham dengan tendangan terarah.

Belum sempat Meksiko menata kembali organisasi pertahanannya, Jude Bellingham kembali mencetak gol keduanya hanya dalam waktu 98 detik. Kali ini ia memanfaatkan umpan matang dari Harry Kane dan dengan tenang menceploskan bola ke gawang Raul Rangel.

Meksiko memperkecil ketertinggalan sebelum jeda. Memanfaatkan situasi bola mati, Julián Quiñones bereaksi paling cepat terhadap bola liar di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan keras ke langit-langit gawang Jordan Pickford.

Meski bermain dengan 10 orang setelah Quansah dikartu merah, Inggris mendapat hadiah penalti usai Anthony Gordon dijatuhkan kiper di area terlarang. Harry Kane selaku eksekutor dengan dingin menuntaskan tugasnya untuk memperlebar jarak.

Drama berlanjut setelah giliran Meksiko yang mendapatkan hadiah penalti menyusul pelanggaran Kane terhadap Brian Gutierrez yang dikonfirmasi oleh VAR. Raúl Jiménez maju sebagai algojo dan sukses memperdaya Pickford.

Inggris dan Meksiko memiliki sejarah panjang di Piala Dunia, namun mereka sangat jarang bertemu. Sebelum bentrokan dramatis di Estadio Azteca ini, kedua tim baru pernah bertemu satu kali dalam sejarah Piala Dunia.

Pada Piala Dunia 1966 (Fase Grup) Inggris menang 2-0 atas Meksiko.   Pertemuan pertama mereka terjadi saat Inggris menjadi tuan rumah. Bermain di Stadion Wembley, Inggris menang lewat gol legendaris Bobby Charlton dan Roger Hunt. Kemenangan itu memuluskan jalan Tiga Singa untuk merengkuh gelar juara dunia pertama—dan satu-satunya—mereka.

Bagi Meksiko, kekalahan 2-3 ini menjadi hantaman psikologis yang sangat berat. Sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, publik Meksiko sangat berharap tahun ini mereka bisa memecahkan Kutukan “Quinto Partido” (Pertandingan Kelima, alias babak perempat final).

Meksiko tercatat selalu gagal melangkah ke perempat final sejak tahun 1994, di mana mereka terus tersingkir secara tragis di babak 16 besar. Bermain di Estadio Azteca yang sakral sekalipun ternyata belum mampu memutus rantai sial tersebut, setelah efektivitas taktik Inggris dan performa klinis Jude Bellingham kembali memaksa El Tri angkat koper lebih awal.(*)

BACA JUGA: [JERNIH PIALA DUNIA 2026] Cabikan Harry Kane dan Titisan Raja Richard I

Back to top button