Crispy

Keren dan Gila, Inilah Rencana Mark Zuckerberg Mengeruk Uang Lewat Metaverse

  • Lewat Meta Platforms Inc tidak sekedar mengumpulkan data pribadi pengguna, tapi juga data ekspresi wajah, gerak mata, dan pose tubuh.
  • Meta akan menjual headset yang dilengkapi kamera dan sensor. Headset mendeteksi ekspresi wajah pengguna.
  • Meta juga mengembangkan mesin personalisasi avatar, yang membuat avatar tiga dimensi.

JERNIH — Bersama Facebook, Mark Zuckerberg mengumpulkan data pengguna untuk menghasilkan miliaran dolar. Di metaverse, Meta Platforms Inc — perusahaan baru Mark Zuckerberg — akan mengumpulkan data ekspresi wajah, gerak mata, dan pose tubuh, setiap orang.

New York Post menulis selanjutnya Meta Platforms Inc akan membuat toko virtual yang menjual barang digital bersponsor iklan. Itulah cara memonetisasi metaverse.

Meta, nama singkat Meta Platforms Inc, baru-baru ini mengajukan ratusan paten baru ke Kantor Paten dan Merk Dagang AS. Pengajuan hak-hak paten itu menjelaskan rencana Meta menciptakan ladang uang baru di Internet.

Financial Times yang kali pertama melaporkan bagaimana Meta mengajukan ratusan paten, dan apa yang akan dilakukannya. Meta, menurut koran itu, ingin menggunakan data biometrik untuk membuat avatar digital yang lebih realistis dengan menggunakan virtual reality atau augmented reality.

Meta juga berencana mengumpulkan data tentang pengguna, sehingga dapat menyesuaikan konsen iklan tertentu saat membenamkan diri dalam metaverse.

Satu pengajuan paten menunjukan sketsa ‘sistem sensor magnetik yang dapat dipakai’, yang ditempatkan pengguna di sekitar tubuh untuk pelacakan pose tubuh.

Paten lain, sistem yang dapat mendeteksi ekspresi wajah pengguna melalui headset. Sistem ini kemudian akan menghitung ekspresi dan menyesuaikan konten media berdasarkan temuannya.

Meta sebenarnya mengikuti model bisnis yang menghasilkan keuntungan puluhan miliar dolar melalui jejaring sosial Facebook. Perusahaan ini juga mengajukan paten untuk headset yang dilengkapi kamera dan sensor, yang memastikan pengguna melihat grafik lebih cerah tergantung di mana mereka melihat.

Kabar terbarunya adalah Meta sedang mengembangkan mesin personalisasi avatar, yang dapat membuat avatar tiga dimensi berdasarkan foto pengguna.

“Bagi kami, model bisnis di metaverse dipimpin oleh perdagangan,” ujar Nick Clegg, kepala urusal global Meta, kepada Financial Times. “Jelas, iklan berperan dalam hal ini.”

Beberapa paten berasal dari film fiksi ilmiah. Desember lalu, Meta diberikan paten untuk bola mata mekanis 100, yang dikatakan sebagai mata robot yang dirancang menyerupai manusia.

Bussines Insider, yang kali pertama melaporkan pengajuan paten ini, melaporkan mata dirancang untuk ‘berkawin’ dengan kepala robot animatronik sebagai upaya membuat mata tampak otentik bagi pengamat.

CEO Meta Mark Zuckerberg mengatakan perusahaannya berencana menginvestasikan 10 miliar dolar AS, atau Rp 143,5 triliun, per tahun selama satu dekade berikut untuk mengembangkan teknologi metaverse.

Pacuan menuju supremasi metaverse membuat bentrok serius antara banyak raksasa. Apple dan Microsoft juga telah mengindikasikan bahwa mereka berencana menghabiskan banyak uang untuk menguasai pasar.

Namun, dorongan Meta untuk mengumpulkan lebih banyak data dapat memicu reaksi balik, mengingat klaim bahwa perusahaan mengabaikan saran insinyur-nya dan membombardir pengguna Facebook dan Instagram dengan konten berbahaya.

Back to top button