Ladang Panel Surya Raksasa China “Menghijaukan” Gurun Tibet

Selain menghasilkan daya 17.000 megawatt, proyek raksasa ini ternyata mampu mengubah gurun gersang menjadi lahan yang subur dan kaya akan keanekaragaman hayati.
WWW.JERNIH.CO – China kini memimpin revolusi energi dunia melalui proyek ambisiusnya di dataran tinggi Tibet yang terpencil. Di Provinsi Qinghai, berdiri gugusan ladang surya terbesar di dunia yang luasnya jauh melampaui proyek serupa di Amerika Serikat.
Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) raksasa ini mampu menghasilkan daya hampir 17.000 megawatt, sebuah langkah besar pemerintah China untuk beralih sepenuhnya ke sumber energi terbarukan.
Menariknya, proyek ini tidak hanya bermanfaat untuk menghasilkan listrik bersih. Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature mengungkapkan bahwa keberadaan panel surya yang membentang bermil-mil ini ternyata mengubah ekosistem gurun di sekitarnya menjadi lebih baik.

Para peneliti menemukan bahwa panel-panel tersebut berfungsi sebagai “payung” raksasa yang menyerap radiasi matahari. Hal ini menyebabkan tanah di bawahnya menjadi lebih sejuk dan mengurangi penguapan air secara drastis. Ditambah lagi dengan air sisa pembersihan panel secara rutin, tingkat kelembapan tanah pun meningkat pesat.
Peningkatan kelembapan ini membawa perubahan besar pada struktur tanah. Di area ladang surya tersebut, ditemukan lebih banyak jenis mikroba dan tanaman dibandingkan dengan wilayah gurun di luar area proyek. Artinya, panel surya tidak hanya membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga secara aktif meningkatkan keanekaragaman hayati di lahan yang sebelumnya gersang.
Selain manfaat lingkungan, proyek ini juga memberikan dampak sosial yang nyata bagi warga lokal. Pengoperasian ladang surya yang sangat luas membutuhkan banyak tenaga kerja, sehingga membuka lapangan pekerjaan baru di wilayah yang sebelumnya minim peluang ekonomi.
Ambisi China dalam membangun infrastruktur energi ini didorong oleh kebutuhan domestik yang sangat besar. Sebagai pasar kendaraan listrik (EV) terbesar di dunia, China harus memastikan pasokan listriknya mencukupi.
Dari 17 juta kendaraan listrik yang terjual secara global pada tahun 2024, lebih dari 11 juta di antaranya terjual di China. Saat ini, sekitar 10% mobil di jalanan Tiongkok adalah kendaraan listrik.
Untuk memberi daya pada jutaan mobil tersebut, proyek skala besar seperti di Qinghai menjadi kunci utama. Jika tren pembangunan di lahan gurun ini terus berlanjut, China tidak hanya akan menguasai pasar energi bersih, tetapi juga berpotensi mengubah lanskap gurun yang tandus menjadi ekosistem yang lebih hijau dan produktif.(*)
BACA JUGA: China Kirim Pesawat Luar Angkasa untuk Menjemput Astronot yang Terdampar






