Crispy

Mengapa Iran Menyerang Kirya di Tel Aviv dan Pers Israel Bungkam?

  • Kirya adalah Pentagon-nya Israel. Simbol kehebatan militer Israel yang tak bisa ditembus.
  • Rudal Israel mampu menembunya, dan pers Israel terkejut tak bisa komentar.

JERNIH — Iran merespon serangan pertama Israel ke Tehran dengan meluncurkan Operation True Promise III, dengan fokus utama ke Kirya. Situs New Arab memberikan gambaran singkat tentang Kirya, dan mengapa Iran menyasar kompleks ini.

Kirya adalah markas militer pusat Israel di Tel Aviv. Boleh dibilang, Kirya adalah Pentagon-nya Israel. Serangan terhadap jantung pertahanan Israel diyakini akan memberikan efek psikologis.

Terletak di jantung Tel Aviv, Kirya menampung Kementerian Pertahanan, kantor Staf Umum Militer, Kamp Rabin, fasilitas intelejen, dan komando utama.

Didirikan tahun 1948, Kirya telah lama menjadi pusat operasi militer Israel, dan simbol keamanan nasional. Ketika satu rudal menghantam Kirya, tepatnya dekat menara Marganit — pusat komunikasi utama Israel i kompleks itu — sekujur Israel terkejut.

Pejabat Israel belum mengkonfirmasi tingkat kerusakan di Kirya. Rekaman dari Tel Aviv menunjukan asap mengepul dari area itu. Koresponden Fox News di Tel Aviv mengatakan Pengaton-nya Israel terkena serangan.

Tidak ada korban jiwa yang dikonfirmasi, tapi warga sipil terluka. Mungkin yang lebih penting adalah simbol keamanan itu ternyata bisa diserang.

Apa Arti Serangan ke Kirya?

Keputusan Iran menargetkan Kirya bersifat strategis dan simbolis. Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Israel menyerang Tehran, membunuh komandan IRGC dan dua ilmuwan nuklir negeri itu.

Pejabat Iran, mengutip hak membela diri berdasarkan hukum internasional, memperingatkan eskalasi lebih lanjut akan mendatangkan respon lebih luas.

Menyerang Kirya memungkinkan Iran memproyeksikan kekuatan dan menunjukan bahwa mereka dapat menyerang lokasi militer paling sentisitif di Israel. Pesan Iran kepada khalayak Israel tampaknya diterima. Iran tidak akan membiarkan serangan Israel tanpa konsekuensi.

Perang Israel

Israel kini menghadapi pengawasan semakin ketat, tidak hanya karena pelanggaran keamanan, tapi juga keputusannya memulai eskalasi. Serangan udara 13 Juni tidak dilakukan sebagai respon terhadap ancaman langsung, tapi upaya disengaja untuk melemahkan kemampuan militer dan nuklir Iran.

Perang yang dibuat Israel adalah untuk menghindari diplomasi, melanggar kedaulatan Iran, dan memicu respon balasan yang signifikan.

Ketika pejabat Israel bersupah melakukan pembalasan lebih lanjut, sekutu utama mereka; AS dan UE mendesak untuk menahan diri. Di balik pintu tertutup, beberapa analis Israel bertanya apakah pertaruhan ini sepadan.

Kerusakan fasilitas militer Iran tampaknya terbatas, sedangkan respon Iran mengejutkan semua orang Israel. Sebab, serangan ke Kirya mengguncang kepercayaan publik akan kemampuan militer Israel menangkal serangan.

Di sisi lain, serangan itu merupakan pernyataan politik Iran bahwa mereka mampu menyerang infrastruktur militer Israel yang dianggap paling aman.

Back to top button