Crispy

Menhan AS Pete Hegseth Umumkan Kemitraan Pertahanan Besar dengan Indonesia

JERNIH – Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengumumkan pada hari Senin sebuah kemitraan pertahanan “besar” dengan Indonesia setelah pertemuan dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Pentagon.

“Kami meningkatkan hubungan kami menjadi Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama, sebagai pengakuan atas kekuatan dan potensi hubungan pertahanan bilateral kami,” kata Hegseth dalam sebuah pernyataan di X.

Kemitraan ini mencakup modernisasi militer dan peningkatan kapasitas, pelatihan dan pendidikan militer profesional, serta latihan dan kerja sama operasional. “Kedua negara menegaskan kembali komitmen bersama mereka untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik,” demikian bunyi pernyataan bersama tersebut.

Jakarta mengatakan kemitraan itu merupakan “kesempatan untuk memperkuat kapasitas pertahanan nasional,” tetapi menegaskan bahwa “kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif, kepentingan nasional, dan penghormatan penuh terhadap kedaulatan negara” akan tetap dijaga.

Pernyataan itu menyebutkan bahwa usulan AS untuk memberikan akses kepada pesawat militer Amerika di atas wilayah udara Indonesia sedang “ditinjau dengan cermat”. “Hal ini masih memerlukan pembahasan lebih lanjut melalui mekanisme teknis dan prosedur nasional yang berlaku,” tambah pernyataan Kementerian Pertahanan Indonesia.

Menurut situs analisis pertahanan Global Firepower, Indonesia memiliki militer terkuat di Asia Tenggara. Meskipun Jakarta menyatakan mempertahankan sikap diplomatik non-blok, tahun lalu mereka bergabung dengan blok BRICS yang terdiri dari negara-negara berkembang termasuk Rusia dan China.

Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Senin untuk membahas masalah minyak. Namun Prabowo juga telah menandatangani kesepakatan perdagangan dengan Presiden AS Donald Trump dan bergabung dengan apa yang disebut “Dewan Perdamaian” miliknya.

Menurut Badan Informasi Energi AS (EIA), Indonesiamemiliki lokasi strategis di Selat Malaka, jalur pelayaran tersibuk di dunia untuk minyak dan cairan petroleum.

Back to top button