Warisan ‘Panas’ Pablo Escobar, Kolombia Putuskan Musnahkan Puluhan Kuda Nil Sang Raja Narkoba

JERNIH – Pemerintah Kolombia akhirnya mengambil langkah drastis terhadap populasi kuda nil liar yang kini mendiami wilayah tengah negara tersebut. Sebanyak 80 ekor kuda nil—yang merupakan keturunan dari hewan peliharaan mendiang gembong narkoba Pablo Escobar—disetujui untuk dimusnahkan (culling).
Menteri Lingkungan Hidup, Irene Velez, mengumumkan keputusan tersebut pada Senin (13/4/2026), setelah berbagai upaya untuk mengendalikan populasi spesies invasif ini dinilai terlalu mahal dan tidak efektif.
Sejarah kuda nil ini bermula pada dekade 1980-an, ketika Pablo Escobar mendatangkan empat ekor kuda nil secara ilegal dari Afrika untuk koleksi kebun binatang pribadinya di Hacienda Napoles. Setelah Escobar tewas dalam baku tembak pada 1993, hewan-hewan ini dibiarkan lepas dan berkembang biak tanpa kendali di lembah Sungai Magdalena.
Kondisi alam Kolombia yang subur dengan air yang melimpah membuat mereka berkembang biak jauh lebih cepat dibandingkan di habitat aslinya di Afrika. Studi tahun 2022 memperkirakan kini terdapat sekitar 170 ekor kuda nil yang berkeliaran bebas hingga radius 100 kilometer dari peternakan lama Escobar.
Meskipun menjadi daya tarik wisatawan, keberadaan mamalia seberat empat ton ini menjadi sakit kepala bagi otoritas setempat. Kuda nil ini dianggap mengancam keselamatan warga desa yang sering berpapasan dengan mereka dan merusak ekosistem lokal dengan menyaingi satwa endemik seperti manatee dalam mencari makanan. “Kami harus mengambil tindakan ini demi menjaga ekosistem kami,” tegas Menteri Velez.
Langkah pemusnahan ini dipastikan akan menuai kontroversi. Sebelumnya, upaya sterilisasi dan pemindahan ke kebun binatang telah dicoba namun gagal total. Aktivis kesejahteraan hewan telah lama menentang opsi pembunuhan ini, mengingat sejarah kekerasan panjang yang pernah dialami Kolombia.
Selain itu, kuda nil ini tidak bisa dikembalikan ke Afrika. Karena mereka semua berasal dari garis keturunan yang sama (hanya dari empat ekor awal), keterbatasan keragaman genetik mereka dikhawatirkan membawa penyakit yang bisa membahayakan populasi kuda nil asli di Afrika.






