CrispyDesportare

Misi 100 Poin Robert Lewandowski dan Upaya Terakhir Menulis Ulang Sejarah Barcelona

Barcelona sedang di ambang sejarah besar, namun masa depan Robert Lewandowski justru menjadi teka-teki. Apakah ini akan menjadi kado perpisahan termanis bagi publik Catalan?

WWW.JERNIH.CO –  Robert Lewandowski tampaknya belum puas hanya dengan membawa Barcelona di ambang gelar juara La Liga musim 2025/2026. Penyerang veteran asal Polandia ini secara terbuka menyatakan ambisinya untuk mengejar angka keramat di sepak bola Spanyol: 100 poin.

Di usia yang sudah menginjak 37 tahun, Lewandowski membuktikan bahwa rasa laparnya terhadap rekor belum padam, meski spekulasi mengenai masa depannya di luar Camp Nou semakin kencang berhembus.

Setelah kemenangan krusial 2-1 melawan Osasuna Barcelona kini mengoleksi 88 poin dengan empat laga tersisa. Secara matematis, tim asuhan Hansi Flick hanya perlu menyapu bersih sisa pertandingan melawan Real Madrid, Deportivo Alaves, Real Betis, dan Valencia untuk mencapai total 100 poin.

“Tujuan kami adalah memenangkan setiap pertandingan untuk mencapai 100 poin,” ujar Lewandowski. Baginya, mengangkat trofi tidaklah cukup; ia ingin timnya masuk ke dalam jajaran elit sejarah liga.

Sepanjang sejarah La Liga, meraih 100 poin dalam satu musim adalah pencapaian yang sangat langka. Sejauh ini, hanya ada dua tim yang mampu melakukannya. Real Madrid (Musim 2011-2012), di bawah asuhan Jose Mourinho, Los Blancos menjadi tim pertama yang menembus angka seratus. Hanya berselang satu musim, Barcelona di bawah arahan mendiang Tito Vilanova menyamai rekor tersebut.

Jika Lewandowski dan kawan-kawan berhasil menyapu bersih poin di sisa musim ini, mereka akan menjadi skuad ketiga dalam sejarah yang mencapai prestasi tersebut, sekaligus mencatatkan rekor 33 kemenangan dalam satu musim.

Di tengah ambisi besarnya di lapangan, masa depan Lewandowski menjadi teka-teki. Kontraknya yang akan habis pada 30 Juni 2026 membuat banyak pihak mulai berspekulasi.

Kabar kepindahan ke Amerika Serikat terus menguat. Lewandowski kerap dikaitkan dengan klub-klub seperti Chicago Fire, mengikuti jejak legenda seperti Lionel Messi dan Luis Suarez yang memilih MLS sebagai pelabuhan akhir karier mereka.

Kejutan datang dari Inggris. Mantan pemain Liverpool, Peter Crouch, baru-baru ini menyarankan The Reds untuk meminang Lewandowski secara gratis. Mengingat Liverpool sedang mengalami krisis di lini depan setelah kepergian Mohamed Salah dan cederanya Alexander Isak, pengalaman Lewandowski dianggap sebagai solusi instan yang “fantastis” bagi skuad asuhan Arne Slot.

Menanggapi rumor tersebut, Lewandowski tetap tenang. Dalam wawancara terbarunya, ia mengaku tidak merasa tertekan mengenai masa depannya. “Saat ini saya belum memiliki rencana pasti,” ungkapnya. Fokus utamanya saat ini adalah menyelesaikan musim dengan kepala tegak, memberikan gelar juara bagi publik Catalan, dan jika memungkinkan, mengukir angka 100 poin yang akan dikenang selamanya.

Bagi Barcelona, kehilangan Lewandowski mungkin akan meninggalkan lubang besar, terutama dengan rumor ketertarikan klub pada Julian Alvarez sebagai pengganti.

Namun bagi Lewandowski, apakah ia akan bertahan, terbang ke Amerika, atau mencoba tantangan baru di Anfield, ia ingin pergi dengan status legenda yang membawa Barca kembali ke puncak tertinggi.(*)

BACA JUGA: Robert Lewandowski: Kisah Saya Bersama Bayern Muenchen Berakhir

Back to top button