Crispy

Mukernas PPP, Wadah Soeharso Rangkul Humphrey?

JAKARTA – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bakal menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) V pada 14-16 Desember 2019 di Jakarta. Salah satu agenda yakni waktu pelaksanaan Muktamar IX.

Politisi senior PPP, Akhmad Muqowam, berharap Soeharso Monoarfo yang saat ini menjabat Plt Ketua Umum PPP dapat merangkul semua tokoh partai. Sebab upaya itu, sangat penting demi perkembangan partai terutama menghadapi Pemilu 2024 mendatang.

“Islah atau lebih tepatnya semangat bersatu para tokoh ini penting agar PPP kuat dapat menghadapi Pemilu 2024,” ujarna di Jakarta, Sabtu (13/12/2019).

Menurutnya, PPP secara yuridis sudah tidak ada masalah, akan tetapi secara sosiologis masih perlu mendorong komunikasi, agar semua kekuatan PPP dapat bersatu. Karena itu, sikap semangat merangkul dan bersatu harus muncul dari Soeharso Monoarfa untuk merangkul Humphrey Djemat dan timnya.

“Tantangan saat ini sangat kompleks. Oleh karena itu, semua tokoh dan kekuatan PPP harus bersatu,” katanya.

Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, menilai Mukernas PPP dapat menjadi momentum bersatunya dua kubu kepemimpinan.

“Faksi itu biasa dan alamiah dalam parpol. Jadi keinginan Ketua Umum DPP PPP Muktamar Jakarta, Humprey Djemat yang ingin PPP kembali bersatu, seharusnya bisa diterima kubu satunya lagi (Soeharso),” ujar dia.

Kubu Soeharso dan Humphrey, kata Pangi, tak boleh egois karena yang harus diutamakan adalah kemaslahatan dan masa depan partai.

“Jangan terlalu egois, jauh lebih utama kemaslahatan dan masa depan PPP diprioritaskan ketimbang kepentingan jangka pendek, kekuasaan untuk kepentingan pribadi,” katanya.

Senada dengan itu, Wasekjen PPP, Achmad Baidowi mengaku tak ingin kembali pecah. Sebab bakal menimbulkan kerugian besar seperti yang dirasakan pasca Pemilu 2019.

“Konflik itu tidak menguntungkan. Dari kacamata apapun, konflik itu tidak menguntungkan,” kata dia. [Fan]

Back to top button