New York Knics Juara NBA 2026 Kalahkan San Antonio Spurs

Perjalanan Knicks di tahun 2025-2026 penuh liku. Bahkan saat final muncul drama. Ditonton sang presiden di kandang malah kalah. Namun ada akhir yang indah.
WWW.JERNIH.CO – Menunggu adalah pekerjaan yang melelahkan, apalagi jika durasinya mencapai lebih dari setengah abad. Bagi fans New York Knicks, dahaga gelar juara NBA yang berlangsung selama 53 tahun akhirnya tuntas secara dramatis pada musim 2025/2026.
Sejak terakhir kali merayakan kejayaan pada tahun 1973 bersama Walt Frazier dan Willis Reed, Madison Square Garden akhirnya kembali berselimut confetti emas setelah Knicks menumbangkan San Antonio Spurs di babak final dengan agregat meyakinkan, 4-1.
Perjalanan Knicks di musim reguler tidak dilewati dengan karpet merah. Bersaing ketat di Wilayah Timur, mereka finis di peringkat ketiga dengan rekor menang-kalah 53-29.
Namun, jati diri Knicks yang sebenarnya baru keluar saat memasuki fase gugur (playoff). Mereka menjelma menjadi tim yang menolak untuk mati. Di babak pertama, mereka menyisihkan Atlanta Hawks, dilanjutkan dengan dominasi total atas Philadelphia 76ers di semifinal wilayah.
Pada final Wilayah Timur, mereka menyapu bersih Cleveland Cavaliers dengan performa pertahanan yang sangat disiplin. Label “Raja Comeback” melekat erat karena dalam berbagai laga krusial, Knicks berulang kali mampu membalikkan keadaan meski tertinggal belasan hingga puluhan poin.
Kesuksesan New York meraih cincin juara tahun ini bertumpu pada tiga fondasi utama. Yaitu ikatan batin Jalen Brunson dan skuad Villanova. Jalen Brunson mengukuhkan dirinya sebagai megabintang sekaligus pemimpin sejati. Kerja samanya yang kompak bersama alumni Universitas Villanova lainnya, seperti Josh Hart dan Mikal Bridges, menciptakan harmoni permainan yang luar biasa cair dan penuh pengorbanan.
Selain tiu harus diapresiasi kehadiran OG Anunoby dan Mikal Bridges di lini bertahan membuat perimeter Knicks sangat sulit ditembus. Mereka mampu meredam mesin skor tim lawan di setiap malamnya.
Sementara hadirnya Karl-Anthony Towns memberikan dimensi serangan yang fleksibel melalui tembakan luar, juga Mitchell Robinson mengamankan rebound dan melindungi ring secara konsisten.
Pertandingan puncak melawan juara Wilayah Barat, San Antonio Spurs, menyajikan tontonan yang sangat berkelas. Skenarionya sangat menantang: kolektivitas permainan Knicks harus berhadapan dengan bakat langka milik Victor Wembanyama yang ditopang oleh guard cepat De’Aaron Fox.
Meskipun agregat akhir menunjukkan keunggulan 4-1 untuk Knicks, angka tersebut tidak mencerminkan betapa menegangkannya setiap pertandingan berjalan. Knicks memenangkan Game 1 di Texas, disusul kemenangan tipis 105-104 di Game 2.
Spurs sempat mencuri Game 3 di Madison Square Garden. Justru Knicks kalah dikandang lawan. Banyak orang menyebutnya lantaran kutukan sang presiden. Kala itu Donald Trump hadir untuk pertama kaliny amenonton NBA. Dan, Knicks justru keok.
Game 4 menjadi laga bersejarah saat Knicks bangkit dari ketertinggalan 29 poin berkat tip-in krusial OG Anunoby di detik-detik akhir.
Bertanding di Frost Bank Center, Texas pada Sabtu malam (13 Juni 2026), Spurs sempat memimpin hingga 16 angka. Namun, Jalen Brunson mengamuk di kuarter keempat dengan mencetak 15 dari total 45 poinnya malam itu.
Ia sendirian menyamakan kedudukan 83-83 di sisa lima menit laga. Di detik-detik penentuan, tembakan bebas Josh Hart dan penyelesaian dingin OG Anunoby mengunci kemenangan tipis 94-90.(*)
BACA JUGA: Pecahkan Rekor Comeback 29 Poin dan Isu Kutukan Trump, Knicks Selangkah Lagi Juara NBA






