Crispy

Polisi Israel Lempar Granat Kejut ke dalam Mobil Warga Palestina, Pintu Sengaja Ditahan hingga Meledak

JERNIH — Sebuah rekaman video amatir yang mengejutkan publik internasional mendadak viral di media sosial. Video tersebut menangkap momen brutal saat seorang anggota Polisi Perbatasan Israel dengan sengaja melemparkan sebuah granat kejut (stun grenade) ke dalam mobil yang ditumpangi warga Palestina, lalu menahan pintunya dari luar agar korban tidak bisa meloloskan diri hingga peledak tersebut meledak di dalam kabin.

Melansir laporan media lokal Israel, Haaretz, Senin (6/7/2026), insiden keji tersebut dikonfirmasi terjadi di kawasan Kamp Pengungsian Qalandiya, Yerusalem Timur. Dalam rekaman video yang beredar, oknum petugas tersebut sempat terlibat ketegangan verbal dengan penumpang di dalam mobil. Petugas itu terdengar membentak dengan nada tinggi, “Tutup mulutmu! Siapa yang kamu ajak bicara seperti itu?”

Tepat setelah bentakan tersebut, sang petugas langsung mencabut pin dan melemparkan granat kejut ke dalam ruang kemudi mobil. Detik-detik mencekam terekam saat salah satu penumpang di kursi lain berhasil keluar dan melarikan diri lewat pintu berbeda, sementara sang sopir terjebak di dalam karena pintu utamanya ditahan dengan kuat oleh petugas dari luar hingga alat peledak itu meledak di dalam mobil.

Sebagai informasi, granat kejut (stun grenade) merupakan senjata taktis yang mengeluarkan kilatan cahaya membutakan dan suara ledakan memekakkan telinga. Senjata ini biasanya hanya digunakan oleh aparat penegak hukum untuk membubarkan massa demonstran dalam situasi kerusuhan, bukan untuk ruang tertutup.

Pasca-viralnya video tersebut, pihak berwenang Israel langsung menuai sorotan tajam. Kepolisian Perbatasan menyatakan bahwa oknum anggotanya tersebut kini tengah menghadapi tindakan disipliner berat.

Aparat mengakui bahwa tindakan yang terekam dalam video tersebut sama sekali “tidak sesuai dengan prosedur baku” operasi militer. Saat ini, kasus tersebut telah resmi dilimpahkan dan ditangani oleh Departemen Investigasi Internal Petugas Kepolisian di bawah Kementerian Kehakiman Israel.

Aksi brutal ini memicu kecaman keras, bahkan dari kalangan politikus internal Israel sendiri. Anggota Parlemen Israel (Knesset) dari Partai Buruh, Naama Lazimi, mengutuk keras serangan tersebut. Ia menyebut insiden ini sebagai refleksi buruk dari rusaknya moral aparat pertahanan.

“Ini adalah pengingat yang sangat menyakitkan tentang apa yang telah terjadi di Tepi Barat selama bertahun-tahun, yang kian intensif di bawah pemerintahan saat ini. Ini adalah bentuk kekerasan yang tidak terkendali dan runtuhnya batas-batas moral,” tegas Lazimi sebagaimana dikutip dari Haaretz.

Ia juga memperingatkan bahwa pembiaran terhadap aksi-aksi kekerasan seperti ini akan menjadi bumerang yang merusak tatanan hukum negara tersebut. “Seperti inilah rupa sebuah negara ketika norma-normanya telah hancur. Ketika tidak ada lagi batasan dan segalanya diizinkan, maka kekerasan hanya akan terus tumbuh dan menyebar luas,” tambahnya.

Back to top button