
Oghab 44 adalah perwujudan dari ketakutan Iran akan serangan udara luar negeri, sekaligus jawaban atas sanksi militer yang mereka hadapi selama puluhan tahun.
WWW.JERNIH.CO – Republik Islam Iran baru-baru ini mengejutkan dunia militer dengan meresmikan Oghab 44 (Elang 44), sebuah pangkalan udara bawah tanah raksasa yang dirancang untuk menampung jet tempur canggih dan drone jarak jauh.
Fasilitas ini merupakan simbol strategi pertahanan “pertahanan pasif” Iran yang bertujuan melindungi aset udara paling berharga dari serangan udara musuh maupun rudal berpemandu presisi.
Oghab 44 adalah pangkalan udara taktis pertama dari jenisnya yang diungkapkan secara publik oleh militer Iran. Terletak jauh di bawah permukaan tanah—kemungkinan besar di bawah pegunungan yang terjal—fasilitas ini dibangun untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap bom penghancur bunker (bunker busters).

Keberadaan pangkalan ini menunjukkan pergeseran doktrin militer Iran yang kini lebih menekankan pada kemampuan serangan balik (retaliation); jika pangkalan udara konvensional di permukaan dihancurkan, Oghab 44 tetap mampu meluncurkan operasi udara secara mandiri.
Jika menelusuri bagian dalam Oghab 44, akan menemukan sebuah kota militer fungsional yang sangat luas. Pangkalan ini terdiri dari jaringan terowongan yang cukup luas dan tinggi untuk dilalui oleh jet tempur dengan sayap terbentang. Dindingnya diperkuat dengan beton tebal yang mampu meredam getaran ledakan besar.
Berbeda dengan hanggar terbuka, jet tempur di sini diparkir dalam kompartemen khusus yang saling terhubung. Ini memudahkan teknisi untuk melakukan perawatan tanpa terdeteksi satelit pengintai.
Di dalam perut bumi ini, terdapat tangki penyimpanan bahan bakar jet skala besar dan gudang amunisi yang mencakup rudal penjelajah (cruise missiles) serta bom pintar.
Pangkalan ini dilengkapi dengan ruang operasional canggih yang memonitor radar dan sistem komunikasi, memungkinkan koordinasi serangan udara dari bawah tanah.
Terdapat barak untuk pilot dan teknisi, ruang medis, serta sistem pendukung kehidupan (ventilasi dan filtrasi udara) yang memungkinkan personel bertahan di dalam pangkalan dalam jangka waktu lama jika terjadi perang total.
Secara visual, rekaman yang dirilis menunjukkan jet tempur F-4 Phantom II yang dilengkapi dengan rudal penjelajah jarak jauh seperti rudal Asef. Namun, pangkalan ini dirancang secara futuristik untuk mengakomodasi jet tempur yang lebih modern. Para analis berspekulasi bahwa Oghab 44 dipersiapkan untuk menampung jet tempur Sukhoi Su-35 yang dipesan Iran dari Rusia.
Kemampuan paling mematikan dari Oghab 44 adalah efek elemen kejutan. Pintu keluar pangkalan biasanya disamarkan atau berada di lokasi yang sulit dijangkau, memungkinkan pesawat muncul tiba-tiba di landasan pacu rahasia, lepas landas, melakukan misi, dan kembali menghilang ke bawah tanah sebelum musuh sempat bereaksi.(*)
BACA JUGA: Peretas Iran Bobol Ponsel Milik Mantan Panglima Militer Zionis Israel Herzi Halevi






