Crispy

Pasukan Australia Berada di Atas Kapal Selam AS Saat Menenggelamkan Kapal Iran

JERNIH – Tiga personel militer Australia berada di dalam kapal selam Amerika yang menenggelamkan kapal angkatan laut Iran di lepas pantai Sri Lanka pekan ini. Namun pihak mereka tidak ikut serta dalam serangan itu.

Perdana Menteri Anthony Albanese Jumat (6/3/2026) mengungkapkan para personel tersebut berada di kapal selam sebagai bagian dari pengaturan pelatihan di bawah AUKUS, sebuah pakta pertahanan selama beberapa dekade antara Inggris dan Amerika Serikat.

“Ini adalah kesepakatan negara ketiga yang sudah berlangsung lama,” kata Albanese kepada Sky News. Sedikitnya 84 pelaut Iran tewas dalam serangan torpedo pada hari Rabu (4/6/2026) terhadap IRIS Dena. Ini merupakan serangan militer pertama di luar wilayah Timur Tengah sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang mereka terhadap Iran.

Menteri Luar Negeri Teheran Abbas Araghchi menuduh Amerika Serikat melakukan “kekejaman” dan memperingatkan bahwa Washington akan “sangat menyesali” preseden yang telah ditetapkan.

Australia mendukung tindakan Israel-AS terhadap Iran, dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut diperlukan untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir. Namun, para pejabat mengatakan Canberra tidak memiliki rencana untuk ikut serta dalam aksi militer apa pun terhadap Iran.

Ketika ditanya legalitas serangan tersebut, Albanese mengatakan itu tentu saja urusan Amerika Serikat. “Tidak ada personel Australia yang berpartisipasi dalam aksi ofensif apa pun terhadap Iran,” tambahnya.

Personel militer Australia yang ditempatkan di aset pertahanan negara ketiga “bertindak sesuai dengan hukum Australia, dengan kebijakan Australia”, kata Albanese.

Puluhan tentara Australia telah menjalani penempatan di kapal selam serang AS yang berbasis di Pearl Harbour di bawah rezim pelatihan AUKUS, kata lembaga penyiaran nasional ABC .

Angkatan laut Australia akan memperoleh setidaknya tiga kapal selam bertenaga nuklir kelas Virginia buatan AS dalam waktu 15 tahun sebagai bagian dari strategi untuk melawan kekuatan militer China di Pasifik.

Back to top button