Paul Biya Resmi Jadi Presiden Tertua di Dunia

- Paul Biya diperkirakan akan berkuasa sampai usia 99 tahun, dan kemungkinan akan mencalonkan diri lagi tahun 2032.
- Ketegangan politik di Kamerun meningkat sebelum pemilu, saat Paul Biya mencalonkan diri lagi.
JERNIH — Paul Biya, Senin 27 Oktober, terpilih untuk memimpin Kamerun dan menjadi presiden tertua di dunia. Ia berusia 92 tahun saat dinyatakan meraih 53,66 persen suara dalam pemilihan umum yang hasilnya diumumkan Dewan Konstitusi.
Issa Tchiroma Bakary, rival dan mantan menteri, meraih 35,2 persen suara. Dua hari setelah pemilihan yang berlangsung 12 Oktober, Tchiroma sempat mengklaim kemenangan.
Biya memimpin Kamerun sejak 1982. Terpilih kali kesenian dalam pemily tahun ini akan membuatnya memimpin Kamerun sampai 2032. Jika tak menemui ajal, Biya akan berusia berusia 99 tahun. Bukan tidak mungkin dia akan mencalonkan diri lagi.
Hasil pemilihan umum Kamerun diumumkan sehari setelah empat pengunjuk rasa ditembak mati di Douala, ibu kota ekonomi Kamerun, dan 100 orang ditangkap saat ribuan orang menyerbu jalan-jalan di beberapa kota.
Tchiroma mengklaim kemenangan berdasarkan peritungan yang dibuatnya beberapa hari sebelum pemilihan. Biya menepis klaim itu.
Menurut Samuel Dieudonne Ivaha Diboua, gubernur Wilayah Litoral yang mencakup Douala, beberapa pasukan keamanan terluka akibat ulah pengunjuk rasa. Ia mengatakan 105 pengunjuk rasa ditangkap.
Paul Atanga Nji, menteri administrasi teritorial Kamerun, mengatakan pemerintah menangkap beberapa orang yang merencanakan serangan kekerasan. Mereka yang ditangkap adalah aktivis dan pemimpin oposisi.
Ketegangan politik di Kamerun meningkat sebelum pemilu, saat Paul Biya — yang telah berkuasa hampir separuh usianya — mencalonkan diri lagi. Rakyat Kamerun marah, dan turun ke jalan.






