Crispy

Perang Penyalur Daya Menggila, Dongfeng Lepaskan Monster 1,5 Megawatt

China makin meninggalkan AS dan Eropa dalam perlombaan kendaraan listrik. Lewat inovasi charger 1.500 kW dan SUV mewah Epicland X9 hasil kolaborasi bersama Huawei, Dongfeng mendobrak batas rekayasa teknik otomotif.

WWW.JERNIH.CO – Lanskap industri kendaraan listrik dunia baru saja diguncang oleh terobosan yang mengubah peta persaingan secara drastis. Dongfeng, raksasa otomotif milik China yang dahulunya identik dengan kendaraan komersial dan desain konservatif, membuat manuver spektakuler lewat panggung Global Innovation Center.

Mereka resmi memperkenalkan stasiun pengisian daya ultra-high-power dengan output puncak single-gun mencapai 1.500 kW—atau setara 1,5 megawatt. Arus sebesar ini cukup untuk menyuplai listrik satu desa kecil, tetapi kini dialirkan ke dalam satu selang hanya untuk mengisi baterai mobil listrik lebih cepat daripada durasi membeli sebungkus keripik.

Spesifikasi teknis penyalur daya raksasa ini tergolong ekstrem. Sistem ini mampu mengalirkan arus hingga 1.500 Ampere pada tegangan puncak 1.000V. Agar tidak merusak baterai mobil listrik generasi lama atau berkapasitas lebih kecil, Dongfeng menyematkan platform voltase ultra-luas yang fleksibel menyesuaikan hingga ke titik 150V.

Di samping performa buasnya, unit ini mengantongi efisiensi daya hingga 96,7 persen, sebuah capaian tinggi yang memenuhi standar efisiensi energi terketat di China.

Melawan BYD

Langkah agresif Dongfeng ini sejatinya lahir dari perlawanan terhadap BYD, rival domestiknya yang lebih dahulu mencuri perhatian publik lewat jaringan flash charging 1 MW berbasis Super e-Platform. Ketika BYD menjanjikan tambahan jarak tempuh 400 km dalam durasi lima menit, Dongfeng memilih membalasnya dengan performa yang jauh lebih masif.

Menariknya, infrastruktur pengisian daya ini bersifat terbuka tanpa memandang merek, sehingga pemilik kendaraan BYD pun dapat menikmati semburan daya super cepat dari fasilitas Dongfeng.

Tentu, stasiun pengisi daya megawatt tidak akan berarti banyak tanpa armada kendaraan yang mampu menampung lonjakan arus ekstrem tersebut. Menjawab tantangan itu, Dongfeng meluncurkan sistem penggerak e-drive iD5-300SN kV. Unit penggerak ringkas berdensitas tinggi ini mengusung modul daya silikon karbida berperingkat 1.500V dengan rentang operasi 450V–1.000V dan output puncak 300 kW.

Integrasi teknologi silikon karbida ini ke dalam lini powertrain Mach milik Dongfeng sukses meningkatkan densitas daya hingga 30 persen dibanding generasi sebelumnya, sekaligus menjadi fondasi utama bagi armada EV premium masa depan.

Wujud paling nyata dari teknologi ini adalah Epicland X9, sebuah SUV mewah bongsor yang lahir dari proyek kolaborasi Dongfeng dengan raksasa teknologi Huawei. Dengan panjang mencapai 5.301 mm, lebar 2.000 mm, tinggi 2.015 mm, serta wheelbase 3.120 mm, “pesawat induk” jalan raya ini dirancang khusus untuk mendominasi segmen SUV mewah bernilai 65.000 euro hingga 75.000 euro. Di kelas ini, Epicland X9 siap menantang kompetitor berat seperti Li Auto L9 dan AITO M9, di mana kenyamanan ruang kabin dan fitur kemewahan menjadi prioritas utama konsumen.

Brand Premium

Akselerasi teknologi megawatt ini sekaligus menandai transformasi besar Dongfeng dalam menanggalkan citra kaku masa lalu. Menyusul respons publik yang tergolong biasa saja terhadap lini mobil listrik awal mereka, Dongfeng langsung mengalihkan fokus dengan meluncurkan jajaran brand premium seperti Voyah, M-Hero, hingga Epicland.

Perubahan ini sangat mendesak mengingat dinamika pasar China bergerak sangat cepat; Hongqi telah memamerkan kemampuan pengisian baterai 10% ke 70% dalam 3 menit 41 detik, sementara produsen baterai CATL memangkas waktu pengisian baterai Shenxing gen-3 dari 10% ke 80% di bawah empat menit.

Kemajuan pesat di China ini menghadirkan kontras yang cukup tajam dengan kondisi di Amerika Serikat dan Eropa. Di saat pengemudi China mulai menikmati pengisian daya secepat pit-stop balapan, pengguna EV di negara-negara Barat kerap terhambat oleh keterbatasan kapasitas jaringan listrik serta birokrasi, membuat mereka harus menunggu hingga 40 menit di stasiun pengisi 150 kW. Meski BYD telah berencana membangun lebih dari 3.000 stasiun daya tinggi di Eropa pada akhir 2026, pemanfaatan penuh infrastruktur berdaya 1,5 MW tetap membutuhkan perombakan total pada jaringan listrik lokal setempat.

Menariknya, Dongfeng menegaskan bahwa pencapaian 1,5 MW ini barulah permulaan. Mereka sudah menyiapkan arsitektur masa depan yang sanggup menyemburkan daya hingga 2,4 MW, yang nantinya diintegrasikan dengan sistem penyimpanan baterai stasioner guna menyeimbangkan beban dan mencegah lonjakan daya berlebih pada jaringan listrik lokal.

Persaingan ketat para raksasa otomotif ini membuktikan bahwa batas-batas rekayasa teknik pengisian daya terus didobrak, membawa mobilitas listrik ke era baru yang kian mengagumkan.(*)

BACA JUGA: Huawei dan Dongfeng Perkenalkan Yijing X9, SUV Raksasa Berotak Pintar

Back to top button