Selangkah Lagi Arsenal Juara Liga Inggris, Bisa Gagal Jika …..

Satu kemenangan lagi menuju trofi yang dinanti selama 22 tahun! Gol tunggal Kai Havertz ke gawang Burnley sukses membawa Arsenal kokoh di puncak klasemen Premier League.
WWW.JERNIH.CO – Emirates Stadium bergemuruh hebat pada Senin (18/5/2026). Ketegangan yang menyelimuti ribuan pendukung Arsenal akhirnya mencair seiring dengan ditiupnya peluit panjang babak kedua. Pertandingan pekan ke-37 Premier League musim 2025/2026 tersebut berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan Arsenal atas Burnley.
Kemenangan krusial ini membuat Meriam London kokoh di puncak klasemen dengan 82 poin, unggul lima angka dari rival terdekat mereka, Manchester City. Kini, trofi juara Liga Inggris yang sudah dinanti selama 22 tahun sejak era The Invincibles pada 2004, berada tepat di depan mata anak-anak asuh Mikel Arteta.

Dalam laga yang berjalan sangat ketat dan penuh tekanan ini, Kai Havertz muncul sebagai pahlawan tunggal Arsenal. Pemain asal Jerman yang sempat diragukan karena musimnya diganggu badai cedera ini, justru dipercaya tampil sebagai starter di lini depan oleh Arteta, menggeser posisi Viktor Gyökeres.
Keputusan Arteta terbukti jenius. Memasuki menit ke-36, sebuah skema sepak pojok yang dieksekusi dengan sempurna oleh Bukayo Saka berhasil disambut oleh Havertz. Melompat paling tinggi di dalam kotak penalti, sundulan tajam Havertz sukses mengoyak jala gawang Burnley yang dikawal Max Weiß.
Gol tunggal tersebut bertahan hingga laga usai. Meski Arsenal sempat mendapat beberapa peluang emas lainnya—termasuk tembakan Leandro Trossard yang membentur tiang—satu gol dari kepala Havertz sudah lebih dari cukup untuk mengamankan tiga poin paling berharga musim ini.
Dengan sisa satu laga bagi Arsenal, ada dua skenario yang bisa membuat mereka mengangkat trofi juara Premier League. Pertama menanti keajaiban Bournemouth di mana Manchester City (Pekan 37) dijadwalkan bertandang ke markas Bournemouth pada Rabu (20/5/2026) dini hari WIB. Jika City gagal meraih kemenangan dalam laga tersebut, Arsenal secara matematis langsung mengunci gelar juara tanpa harus menunggu pekan terakhir.
Kedua, jika City berhasil menang atas Bournemouth, penentuan juara akan berlanjut ke laga pemungkas pada Minggu (24/5/2026) alias pekan 38. Skenarionya sederhana: Arsenal hanya perlu mengalahkan Crystal Palace di Selhurst Park untuk menjadi juara, tanpa perlu peduli dengan hasil apa pun yang diraih City.

Meski berada di atas angin, sejarah Premier League mengajarkan bahwa segalanya bisa berubah dalam sekejap. Ada beberapa faktor krusial yang masih bisa menggagalkan mimpi juara Arsenal di detik-detik terakhir.
Tekanan mental di pekan terakhir selalu menjadi musuh terbesar. Crystal Palace bukanlah lawan yang bisa diremehkan di kandang mereka. Jika para pemain Arsenal terbebani oleh ekspektasi besar dan gagal meraih poin penuh di Selhurst Park, sementara Manchester City menyapu bersih sisa laga mereka dengan kemenangan, trofi bisa melayang dalam sekejap.
Di sisi lain Manchester City di bawah Pep Guardiola terkenal memiliki mentalitas juara yang menakutkan di akhir musim. Jika City mampu melibas Bournemouth dan Aston Villa, mereka akan mengoleksi 83 poin (jika memenangkan dua laga sisa). Artinya, tidak ada ruang bagi Arsenal untuk bermain imbang atau kalah di pekan terakhir.
Musim ini Arsenal berpeluang meraih double belas yang bersejarah karena mereka juga berhasil menembus babak Final Liga Champions untuk menghadapi Paris Saint-Germain pada 30 Mei 2026. Fokus Mikel Arteta yang terbagi antara menjaga kebugaran pemain untuk final Eropa dan laga hidup-mati di liga domestik bisa menjadi bumerang jika tidak dikelola dengan sangat hati-hati.
“Kami telah melalui musim yang luar biasa. Tinggal sedikit lagi yang harus diselesaikan di liga ini, dan kami akan memberikan segalanya,” ujar kapten Arsenal, Martin Odegaard, selepas laga melawan Burnley.(*)
BACA JUGA: Taklukkan Chelsea, Manchester City Juara Piala FA dan Siap Senggol Arsenal






