Crispy

Serangan Israel Terus Berlanjut, Seorang Pria Gaza Tewas dan Putrinya Terluka

JERNIH – Pesawat tempur Israel menyerang wilayah Khan Younis di selatan Jalur Gaza, menewaskan seorang pria Palestina dan melukai putrinya. Pasukan Israel melancarkan serangan baru di seluruh Jalur Gaza kemarin meskipun gencatan senjata secara teknis telah berlaku sejak Oktober.

Kapal-kapal angkatan laut Israel juga melepaskan tembakan di lepas pantai Kota Gaza, sementara jet tempur melakukan serangan di sebelah timur lingkungan Tuffah di bagian timur Kota Gaza. Menurut kantor berita Anadolu, artileri Israel juga secara berkala menembaki wilayah barat laut Jalur Gaza .

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan kemarin, tiga orang, termasuk seorang anak, tewas dan tiga lainnya terluka dan tiba di rumah sakit di wilayah tersebut selama 48 jam terakhir. Kementerian tersebut menambahkan bahwa sejak gencatan senjata mulai berlaku pada bulan Oktober, setidaknya 640 warga Palestina telah tewas, 1.707 terluka, dan 753 jenazah ditemukan di seluruh wilayah tersebut.

Secara terpisah, militer Israel mengakui sebuah peluru yang ditembakkan dari kapal angkatan laut Israel telah mengenai truk bahan bakar PBB di Gaza “secara tidak sengaja” pada hari Jumat (9/3/2026).

Kantor Layanan Proyek PBB, yang mengawasi distribusi bahan bakar di Gaza, mengatakan bahwa truk bahan bakar kosong tersebut dihantam api yang berasal dari laut pada hari Kamis sekitar pukul 5:00 pagi, menyebabkan kerusakan pada kendaraan. Tidak ada laporan korban luka.

Krisis Gas untuk Memasak Makin Memburuk

Situasi kemanusiaan di Gaza juga memburuk seiring dengan semakin parahnya kekurangan gas untuk memasak di seluruh wilayah tersebut. Pihak berwenang setempat mengatakan bahwa gas untuk memasak belum masuk ke pasar Gaza selama seminggu penuh, memperburuk kekurangan yang sudah parah dan membuat warga serta bisnis kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Meskipun sejumlah kecil truk bantuan dan barang telah diizinkan masuk ke Gaza dalam beberapa hari terakhir setelah penyeberangan sempat ditutup menyusul perang AS dan Israel terhadap Iran, tidak satu pun yang membawa pasokan gas untuk memasak.

Gaza membutuhkan sekitar 8.000 ton gas untuk memasak setiap bulan, atau sekitar 260 ton per hari, untuk memenuhi kebutuhan minimum. Namun, pasokan yang masuk ke wilayah tersebut sebelum penutupan terbaru sudah sangat terbatas.

Harga di pasar informal melonjak dalam beberapa hari terakhir, naik dari sekitar 40 shekel per kilogram menjadi sekitar 75 shekel, atau lebih dari 80 persen, menurut laporan setempat.

Back to top button