[JERNIH PIALA DUNIA 2026] Siapa Pemain Muda Terbaik Pilihan Anda?

- Untuk kita di Indonesia, penting memperhatikan dua pemain di urutan sembilan dan sepuluh, yaitu Keisuke Goto dan Ali Jasim.
JERNIH — Ini mungkin turnamen Piala Dunia terakhir bagi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, tapi penampilan keduanya masih akan menyedot perhatian dunia. Di sisi lain, bintang-bintang baru akan lahir dan menghiasi turnamen serupa berikutnya.
Al Jazeera mengulas 10 bintang baru yang layak diperhatikan karena diramalkan akan bersinar.
- Kenan Yildiz (Turkiye)
Tahun 2002, ketika Turkiya kali terakhir tampil di Piala Dunia dan pulang sebagai peraih tempat ketiga, Kenan Yildiz belum lahir. Kini, Yildiz — yang bermain di Serie A bersama Juventus — membawa harapan jutaan fans Turkiye.

Lahir di Regensburg, Jerman, 4 Mei 2005, Yildiz meraih kesuksesan awal di Eropa setelah mengangkat Coppa Italia musim 2023-2024 bersma Juventus. Sejak itu, ia mendapatkan tempat terbaiknya di Serie A.
Dibanding Arda Guler, Yildiz tampaknya kalah populer. Namun, Yildiz salah satu prospek menjanjikan di lini serang Turkiye. Yildiz akan termotivasi untuk membuktikan diri lebih baik dan menjadi andalan Turikye di masa depan.
- Nico Paz (Argentina)
Ia disebut pengganti Lionel Messi, dan Piala Dunia 2026 adalah panggung yang akan membuktikan ramalan itu. Paz bermain gemilang untuk membawa Como, klub milik orang Indonesia, ke Liga Champions.

Ia mengemas 12 gol dan tujuh asist sepanjang musim lalu di Serie A. Ia gelandang serang serba guna, yang mampu mundur ke belakang untuk memperkuat pertahanan. Fans Como berharap Paz memenuhi harapan banyak orang di Argentina pelatih Cesc Fabregas.
- Rayan (Brasil)
Bukan Vinicius Jr, Estevao, atau Endrick, yang akan menjadi perhatian para pencari bakat dari klub-klub Eropa, tapi Rayan. Ia mendapat panggilan pertama pelatih Carlo Ancelotti, Maret lalu, dan dimainkan di skuad Piala Dunia untuk mengisi posisi yang Estevao yang cedera.

Raya mencetak gol saat Brasil mengalahkan Panama 6-2, dan Ancelotti terkesan. Ia juga menikmati musim gemilang bersama Vasco da Gama berkat dukungan pelatih Fernando Diniz.
Mengoleksi 20 gol di semua kompetisi, Rayan membawa Vasco da Gama mencapai final Copa do Brazil. Sukses itu pula yang membuatnya diboyong Bournemouth ke Liga Primer.
Ia cepat beradaptasi dengan sepak bola Inggris, dengn mencetak lima gol dan dua assist dalam 15 pertandingan, untuk membawa Bournemouth kali pertama berlaga di kualifikasi sepak bola Eropa musim depan.
- Gilberto Mora (Mexico)
Seharusnya, Mora fokus pada studi. Namun performanya bersama Tijuana membuat pers Meksiko mengikuti permainannya dari satu ke lain laga sepanjang 2024, saat usianya masih 15 tahun dan menjadi pencetak gol termuda di negaranya.

Lima bulan setelah membuat debut bersama Tijuana, Mora mendapat panggilan ke tim nasional pada pertengahan 2025. Usianya baru 16 tahun sembilan bulan 14 hari, dan timnas Meksiko tak ragu memainkannya.
Juli tahun lalu Mora menjadi pemain termuda yang memenangkan turnamen internasional senior dengan membawa Meksiko meraih Piala Emas CONCACAF.
Mungkin tak sulit bagi Mora untuk mencetak gol di Piala Dunia 2026. Ia dikenal memiliki naluri mencetak gol yang tajam, dan itu diperlihatkan di Piala Dunia U-20 2025.
- Yan Diomande (Pantai Gading)
Diomande menggemparkan Eropa sejak bergabung dengan RB Leipzig dari Leganes kurang setahun yang lalu, dan mendorong klub Jerman itu mematok harga 100 juta euro ($116,5 juta) untuknya.

Dikenal karena kecepatannya yang luar biasa, kemampuan menggiring bola yang kuat, dan atletis, pemain sayap setinggi 1,8 m (6 kaki) ini memiliki naluri mencetak gol yang tajam.
Pemain berusia 19 tahun ini mencetak 12 gol liga dan memberikan delapan assist saat Leipzig finis di posisi ketiga Bundesliga musim ini, mengamankan tempat mereka di Liga Champions tahun depan.
Berkembang menjadi salah satu pemain sayap paling ditakuti di liga utama Jerman, Diomande mengakhiri musim 2025-26 dengan penghargaan Pemain Muda Terbaik Bundesliga.
Ia membantu Pantai Gading mengamankan kualifikasi Piala Dunia setelah mencapai perempat final Piala Afrika.
- Nico O’Reilly (Inggris)
Sebagai produk akademi Manchester City, O’Reilly melakukan debut seniornya untuk klub Etihad pada musim 2024-25. Namun, musim ini merupakan yang terbaik baginya, karena pemain berusia 21 tahun ini berkembang pesat sebagai bek kiri dan gelandang serang di bawah Pep Guardiola.

Setelah bermain lebih dari 50 pertandingan di semua kompetisi musim ini, mencetak sembilan gol dan enam assist, O’Reilly muncul sebagai salah satu prospek paling cemerlang di sepak bola Inggris. Fleksibilitasnya dapat menjadikannya aset penting dalam skuad pelatih Thomas Tuchel, karena Inggris — salah satu favorit pra-turnamen — bertujuan untuk melaju lebih jauh.
- Lennart Karl (Jerman)
Setelah mewakili Jerman dari level U-15 ke atas, Karl mendapatkan panggilan pertamanya ke tim senior pada bulan Maret setelah musim yang sukses di Bayern Munich. Ia mengemas sembilan gol dan delapan assist di semua kompetisi pada musim debutnya bersama Bayern Munich, yang membuatnya muncul sebagai sensasi muda Bundesliga.

Memiliki postur tubuh kecil, gelandang serang berusia 18 tahun ini bisa bermain di sayap. Kecepatan kakinya, bakatnya, dan naluri mencetak gol, menjadikannya pilihan menarik bagi skuad Julian Nagelsmann.
- Luka Vuskovic (Kroasia)
Empat kali dinobatkan sebagai pemain muda terbaik Bundesliga lebih dari cukup untuk membuatnya mendapat kesempatan bermain di Piala Dunia 2026. Ia talenta muda terbaik yang dimiliki Kroasia saat ini, dan Tottenham Hotspurs akan menggunakan kemampuannya musim depan.

Spurs, julukan Tottenham Hotspurs, meminjamkannya ke Hamburger SV. Sebagai bek tengah, Vuskovic tampil mengesankan di Bundesliga dengan mendapatkan waktu bermain reguler dan mencetak enam gol dari 27 pepenampilan.
Ia adalah ancaman bagi lawan dalam situasi bola mati, yang membuat Bayern Munich berusaha mendapatkannya. Di Piala Dunia 2026, Kroasia sangat berharap padanya.
- Keisuke Goto (Jepang)
Waspadai Goto, striker berusia 20 tahun yang merupakan anggota termuda dari skuad Jepang di Piala Dunia 2026. Tidak hanya termuda, Goto disebut-sebut pemain paling berbakat di tim Samurai Biru.

Setelah melakukan debut internasional pada November, dan baru mengumpulkan tiga caps sejauh ini, Goto tidak yakin akan dipilih oleh pelatih Hajime Moriyasu.
Namun dengan 13 gol dan delapan assist di semua kompetisi musim ini, striker jangkung setinggi 1,91m (6 kaki 3 inci) yang dipinjamkan ke Sint-Truidense dari Anderlecht, dapat menjadi kartu truf Jepang di lini serang.
- Ali Jasim (Irak)
Sebagai bagian dari generasi pemain baru Irak, Jasim bersiap untuk turnamen internasional besar pertamanya. Setelah menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Asia U-23 dua tahun lalu, Jasim, yang kini berusia 22 tahun, tiba di Piala Dunia setelah menjalani musim yang solid di Liga Pro Saudi.

Dipinjamkan ke Al Najma dari klub Italia Como, Jasim telah tampil sebanyak 24 kali di liga utama Saudi, termasuk 19 kali sebagai starter. Bermain terutama sebagai sayap kiri, tetapi kadang-kadang juga sebagai gelandang serang atau penyerang tengah, Jasim mencetak empat gol.
Setelah bermain di Piala Dunia U-20 dan Olimpiade Paris 2024, Jasim siap menghadapi tantangan lebih lanjut, seiring Irak kembali ke Piala Dunia setelah 40 tahun lamanya.






