Crispy

Strategi Ambisius Luzhou Laojiao di Australian Open Demi Baiju

Mungkin Anda sering melihat angka “1573” terpampang di sudut lapangan Australian Open, namun tahukah Anda bahwa di baliknya berdiri raksasa minuman keras asal Tiongkok dengan nilai perusahaan mencapai ratusan triliun rupiah?

WWW.JERNIH.CO –  Luzhou Laojiao mungkin terdengar asing bagi sebagian orang di Indonesia, namun bagi penonton setia turnamen tenis Australian Open (AO), nama ini pasti sering terlihat di papan skor atau sudut lapangan yang dinamai “1573 Arena”.

Perusahaan ini merupakan raksasa minuman keras asal Tiongkok yang telah mengukir sejarah sebagai sponsor Tiongkok terbesar dalam sejarah turnamen tersebut.

Luzhou Laojiao Co., Ltd. adalah produsen minuman distilasi tradisional Tiongkok yang dikenal dengan sebutan Baijiu. Didirikan di Luzhou, Provinsi Sichuan, perusahaan ini memiliki sejarah yang sangat panjang; teknik penyulingannya telah ada sejak masa Dinasti Ming tahun 1573—angka yang kemudian menjadi merek andalan mereka, Guojiao 1573.

Secara kepemilikan, Luzhou Laojiao adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tiongkok. Kendali utama perusahaan berada di bawah pemerintah daerah Luzhou melalui Luzhou Laojiao Group Co., Ltd. dan Luzhou Xinglu Investment Group.

Sebagai perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Shenzhen (SZSE: 000568), struktur sahamnya juga dimiliki oleh investor institusional global dan publik, namun arah strategisnya tetap berada di bawah pengawasan komisi aset negara (SASAC).

Luzhou Laojiao bukan sekadar pemain lokal, melainkan salah satu perusahaan minuman beralkohol paling bernilai di dunia. Luzhou Laojiao bukan sekadar pemain lokal, melainkan salah satu raksasa minuman beralkohol paling bernilai di dunia yang pada tahun 2024 berhasil mencatatkan pendapatan fantastis sekitar Rp68,4 triliun dengan laba bersih mencapai Rp29,5 triliun, sementara nilai kapitalisasi pasarnya pernah menembus angka luar biasa di atas Rp877 triliun yang mengukuhkan posisinya dalam industri Consumer Staples global; kekayaan perusahaan ini pun didukung oleh ribuan karyawan serta aset berupa fasilitas produksi bersejarah dan stok Baijiu tua bernilai sangat tinggi yang harga per botolnya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Dengan ribuan karyawan dan fasilitas produksi yang masuk dalam daftar warisan budaya takbenda, kekayaan perusahaan ini bersumber dari stok Baijiu tua yang nilai per botolnya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Luzhou Laojiao resmi bergabung sebagai Associate Partner Australian Open pada Oktober 2018 dengan kesepakatan awal berdurasi lima tahun (2019–2023), namun berkat kesuksesan besar yang diraih, kontrak kerja sama tersebut telah resmi diperpanjang hingga tahun 2027.

Meskipun nilai pastinya dirahasiakan oleh pihak Tennis Australia, berbagai laporan industri olahraga menyebutkan bahwa nilai kontrak ini mencapai sekitar Rp188 miliar hingga Rp235 miliar per tahun, dengan total nilai investasi selama periode kontrak awal diperkirakan menyentuh angka Rp1 triliun yang menempatkan posisi Luzhou Laojiao di jajaran sponsor elit sejajar dengan merek global seperti Rolex dan ANZ, tepat satu tingkat di bawah sponsor utama, Kia.

Di panggung AO, Luzhou Laojiao bersaing memperebutkan perhatian penonton dengan merek-merek global lainnya. Dalam kategori minuman, mereka berbagi panggung dengan merek seperti Peroni (bir) dan Piper-Heidsieck (sampanye). Menariknya, Luzhou Laojiao memegang posisi unik sebagai satu-satunya sponsor minuman alkohol berjenis spirit tradisional dari Asia.

Produk unggulan yang dipromosikan di AO adalah Guojiao 1573. Baijiu jenis strong aroma ini dipasarkan sebagai produk mewah (ultra-premium). Di Melbourne Park, mereka bahkan menyediakan area khusus mencicipi koktail berbahan dasar Baijiu untuk mengenalkan rasa unik minuman Tiongkok ini kepada lidah barat.

Mengapa memilih Australian Open? AO menjuluki diri mereka sebagai “Grand Slam of Asia-Pacific”. Dengan jutaan pemirsa di Tiongkok yang menonton melalui saluran CCTV, Luzhou Laojiao menggunakan AO sebagai jembatan untuk memperkuat citra merek premium di dalam negeri sekaligus melakukan ekspansi internasional (internasionalisasi merek).

Kebijakan minuman keras jadi sponsor grand slam tenis rupanya sangat fleksibel. Alias tergantung kepada penyelenggara. AO membolehkan. Sementara Wimbledon tidak. Federasi Tenis Internasional (ITF) dan penyelenggara Grand Slam mengizinkan sponsor alkohol selama tidak ditujukan kepada anak-anak di bawah umur. Berbeda dengan rokok yang dilarang total, minuman keras dianggap sebagai bagian dari gaya hidup dan keramah-tamahan (hospitality) turnamen.

Namun, kebijakan ini bukan tanpa kontroversi. Di French Open (Roland Garros) tahun 2024, sempat ada larangan konsumsi alkohol di tribun penonton karena perilaku penggemar yang mengganggu, meski logo sponsor alkohol tetap boleh muncul di area komersial.

Di AO sendiri, kehadiran Luzhou Laojiao sempat dikritik oleh beberapa aktivis kesehatan karena dianggap mempromosikan konsumsi alkohol berkadar tinggi (ABV sekitar 52%) di lingkungan olahraga, namun secara hukum, kemitraan ini sah selama mematuhi aturan penyiaran dan pemasaran di Australia.

Dalam ekosistem Australian Open, terdapat hierarki sponsor yang menentukan besaran nilai investasi serta visibilitas merek, di mana Luzhou Laojiao menempati posisi strategis sebagai Associate Partner—satu tingkat di bawah Major Partner seperti Kia yang memiliki nilai kontrak tahunan sekitar Rp235 miliar hingga Rp313 miliar sejak tahun 2002.

Namun investasi tahunan Luzhou Laojiao yang mencapai kisaran Rp188 miliar hingga Rp235 miliar untuk periode hingga 2027 tergolong sangat agresif karena melampaui nilai sponsor global lainnya di tingkat yang sama seperti Rolex yang diperkirakan menyetor Rp125 miliar hingga Rp156 miliar per tahun serta Emirates yang berada di angka Rp109 miliar hingga Rp141 miliar per tahun.

Luzhou Laojiao menerapkan strategi pemasaran olahraga yang sangat agresif untuk memperkuat citra merek mereka sebagai produk premium di kancah internasional, salah satunya dengan menjadi Global Premier Partner bagi federasi tenis meja dunia (ITTF) dan mendukung ajang besar seperti ITTF World Cup Macao 2025 sebagai bentuk penghormatan terhadap olahraga nasional Tiongkok.

Selain itu, mereka membidik segmen elit ekonomi dan pengusaha melalui peran sebagai sponsor utama World Corporate Golf Challenge (WCGC) di Tiongkok, sebuah langkah strategis untuk memasarkan produk ultra-mewah Guojiao 1573 kepada audiens yang memiliki daya beli tinggi dan profil gaya hidup yang eksklusif.

Di luar lapangan golf dan tenis meja, perusahaan ini juga aktif menjaga kedekatan dengan konsumen lokal melalui berbagai kemitraan regional serta penyelenggaraan acara eksibisi sepak bola di pasar domestik Tiongkok.

Tidak hanya berfokus pada olahraga, Luzhou Laojiao memperluas pengaruhnya melalui kegiatan filantropi dan budaya, termasuk mensponsori festival seni internasional serta forum ekonomi bergengsi setingkat Forum Davos versi Asia, yang bertujuan untuk memposisikan minuman tradisional Baijiu sebagai simbol diplomasi dan warisan budaya yang relevan dalam pergaulan global modern.

Bagi penyelenggara seperti Tennis Australia, sponsor seperti Luzhou Laojiao adalah mesin finansial yang vital. Pendapatan dari sponsor ini digunakan untuk meningkatkan total hadiah pemain (prize money) yang terus naik setiap tahun, serta mendanai pengembangan fasilitas tenis di seluruh Australia.

Selama perusahaan mematuhi aturan pemasaran bertanggung jawab (seperti tidak menggunakan model di bawah umur dan menyertakan pesan “Drink Responsibly”), kemitraan ini akan tetap berlanjut.(*)

BACA JUGA: Si Paling …. di Australian Open 2026

Back to top button