Sukses Sulap Bournemouth, Andoni Iraola Kandidat Terkuat Manajer Liverpool

Liverpool mengarah tajam ke Andoni Iraola. Membawa filosofi heavy metal football yang mirip dengan Jürgen Klopp, arsitek asal Spanyol ini dinilai sebagai sosok paling pas untuk mengembalikan kejayaan taktis The Reds.
WWW.JERNIH.CO – Nama Andoni Iraola mendadak menjadi perbincangan menyusul pengumuman mundurnya Arne Slot dari kursi manajer Liverpool setelah musim yang berjalan sulit tanpa trofi, radar manajemen The Reds langsung mengarah tajam ke pria asal Spanyol ini. Dianggap sebagai kandidat terkuat, Iraola membawa reputasi taktis yang sangat menjanjikan.
Lahir di Usurbil, wilayah Basque, Spanyol pada 22 Juni 1982, Andoni Iraola Sagarna bukanlah nama asing di sepak bola Spanyol. Sebagai pemain, ia adalah legenda hidup Athletic Bilbao. Berposisi sebagai bek kanan, Iraola mencatatkan lebih dari 500 penampilan bersama klub Basque tersebut selama periode 2003 hingga 2015, sebuah bukti loyalitas dan ketangguhan fisik yang luar biasa.
Setelah menutup karier bermainnya di New York City FC, Iraola tidak butuh waktu lama untuk beralih ke dunia manajerial. Langkah signifikannya dimulai saat ia menukangi Rayo Vallecano pada 2020. Di sana, ia sukses membawa klub promosi ke La Liga dan bahkan menembus semifinal Copa del Rey—sebuah pencapaian masif untuk klub dengan anggaran terbatas.
Kejeniusannya tercium hingga Inggris. Pada musim panas 2023, ia ditunjuk menjadi manajer AFC Bournemouth. Sempat terseok-seok di awal, Iraola berhasil menyulap Bournemouth menjadi tim yang sangat ditakuti.
Puncaknya, ia sukses membawa klub berjuluk The Cherries tersebut mencetak sejarah dengan lolos ke kompetisi Eropa (Liga Europa). Keberhasilannya mengangkat performa tim papan tengah ini langsung menempatkannya di jajaran pelatih elite Premier League.
Ketertarikan Liverpool terhadap Iraola bukan tanpa alasan yang matang. Publik Anfield merindukan intensitas tinggi yang sempat hilang. Filosofi sepak bola Iraola berakar pada pressing yang sangat agresif, garis pertahanan tinggi, transisi cepat, dan vertikalitas serangan. Gaya ini sangat mirip dengan heavy metal football milik Jürgen Klopp.

Bagi skuad Liverpool yang masih memiliki DNA penekan tinggi, transisi taktis ke sistem Iraola diperkirakan akan berjalan jauh lebih mulus dan mengembalikan hiburan sepak bola menyerang di Anfield.
Direktur Olahraga Liverpool yang baru, Richard Hughes, adalah sosok yang membawa Iraola ke Bournemouth. Hughes sangat mengagumi kapabilitas taktis pelatih berusia 43 tahun tersebut. Kedekatan profesional ini mempermudah komunikasi dan penyelarasan visi jangka panjang klub, membuat proses negosiasi berjalan sangat cepat dan efisien.
Masa bakti Iraola bersama Bournemouth berakhir pada musim panas ini, menjadikannya pelatih dengan status bebas transfer. Liverpool dapat merekrutnya secara langsung tanpa harus terjebak dalam negosiasi biaya kompensasi yang rumit dengan klub lain. Faktor ini menjadi nilai tambah yang sangat realistis di tengah rencana perombakan skuad.
Dengan kombinasi taktik modern yang menjanjikan serta keselarasan budaya kerja keras kelas pekerja yang identik dengan Liverpool, Andoni Iraola dinilai sebagai jawaban paling pas untuk memulai era baru di Anfield.(*)
BACA JUGA: Investasi Rp8 Triliun Gagal Total, Liverpool Resmi Pecat Arne Slot






